Penjara Alcatraz

Kisah 3 Napi yang Berhasil Kabur dari Penjara Terketat di Dunia Alcatraz, Kabar Mereka Masih Misteri

Salah satu penjara yang terkenal di dunia adalah Penjara Alcatraz di Pulau Alcatraz.

Editor: muhammad irham
int
Pulau Alcatraz yang diubah menjadi penjara terketat di dunia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Salah satu penjara yang terkenal di dunia adalah Penjara Alcatraz di Pulau Alcatraz.

Penjara Alcatraz ini terkenal sebagai penjara yang menampung gangster atau gembong penjahat.

Sebuah kasus pelarian dari penjara Alcatraz yang dikenal paling ketat di dunia membuat heboh pada 1962 dan 51 tahun setelahnya.

Sebuah surat membongkar kembali aksi pelarian paling legendaris dalam catatan sejarah penjara di dunia.

Padahal, kasus pelarian ini sendiri sudah dihentikan penyelidikannya oleh FBI dengan satu alasan: tidak adanya petunjuk yang berarti.

Namun, siapa sangka sebuah surat yang diterima oleh pihak kepolisian, kembali membongkar 'luka lama' dari pelarian tersebut.

Semuanya berawal dari masuknya tiga orang perampok bank, yaitu John Anglin, serta dua orang saudaranya, Clarence dan Frank Morris.

Siapa sangka, ketiganya membuat kehebohan pada suatu pagi, tanggal 12 Juni 1962.

Saat petugas melakukan pemeriksaan rutin, ketiganya hilang begitu saja bagai di telan bumi.

Di tempat tidur mereka di temukan sebuah kepala boneka yang dicat dan dibentuk sedemikian rupa sehingag mirip kepala manusia, berikut dengan rambut asli.

Dalam laporan yang ditulis di situs web resmi miliknya, FBI menyebut mereka dihubungi dan dimintai bantuan terkait hilangnya ketiga narapidana tersebut.

Mereka mulai melakukan tugas dengan mengumpulkan catatan-catatan dari aksi-aksi pelarian dari penjara sebelumnya.

Beberapa pihak pun mulai diwawancarai dari kerabat hingga operator perahu yang berada di sekitar Alcatraz.

Hasilnya: hanya beberapa potongan kayu dan sebuah potongan ban dalam karet di dalam air. Hanya itu, tidak lebih.

FBI kemudian menjalin kerjasama dengan penjaga pantai dan pihak dari penjara Alcatraz.

Sebuah upaya yang membuat mereka mencapai sebuah kesimpulan: ketiga narapidana ini telah melakukan aksi pelarian yang sangat cerdik.

Ketiganya diketahui telah menyusun rencana pelarian sejak 6 bulan sebelumnya, atau lebih tepatnya pada Desember 1961.

Menggunakan alat-alat seadanya, termasuk bor buatan sendiri yang dibuat dari mesin penyedot debu yang rusak, komplotan ini berhasil melonggarkan saluran ventilasi udara di belakang sel mereka.

Lobang itu kemudian membawa mereka ke sebuah koridor tanpa penjaga dan berakhir di sebuah atap blok sel mereka.

Di sinilah semua rencana mereka dibuat dengan sangat rapi, termasuk mengumpulkan 50 jas hujan curian yang kelak akan menjadi pelampung darurat dan rakit.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved