Imlek

Cheongsam, Gaun Unik Wanita Tionghoa yang Saat Perayaan Imlek

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, kita sering melihat beragam pernak-pernik khas budaya Tionghoa menghiasi setiap sudut kota.

Editor: muhammad irham
int
Cheongsam 

Beberapa desain cheongsam bahkan lebih berani dengan menampilkan belahan samping hingga paha.

Biasanya cheongsam dipasangkan dengan sepatu hak tinggi.

Hingga akhirnya banyak wanita melakukan mix and match dengan cheongsam, mulai menambahkan ikat pinggang, membuat lengan pendek, manset lapis bulu hingga cheongsam tanpa lengan.

Namun, tak lama setelah kebangkitan pemerintahan Komunis, cheongsam yang dianggap borjuis menghilang dari kehidupan sehari-hari di daratan Tiongkok.

Di Shanghai , tempat kelahiran cheongsam, jalanan dipatroli untuk memastikan tidak ada yang mengenakan pakaian modis.

Ideologi egaliter yang dianut oleh Komunis membuat wanita mengadopsi tunik yang terdiri dari jaket dan celana yang mirip dengan pria.

Sementara itu, popularitas cheongsam terus berlanjut di Hong Kong dan menjadi pakaian sehari-hari pada tahun 1950-an.

Di bawah pengaruh mode Eropa, cheongsam biasanya dikenakan dengan sepatu hak tinggi, rompi kulit, dan sarung tangan putih seperti yang terlihat pada film The World of Suzie Wong (1961).

Pada akhir tahun 60-an, popularitas cheongsam menurun, digantikan oleh gaun, blus, dan setelan pakaian gaya Barat.

Pakaian Barat yang diproduksi secara massal ini lebih murah daripada cheongsam tradisional buatan tangan.

Hingga pada awal tahun 1970-an, cheongsam tidak lagi menjadi pakaian sehari-hari bagi kebanyakan wanita di wilayah China.

Namun, cheongsam tetap menjadi pakaian penting dalam sejarah mode wanita Tiongkok.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved