Destinasi

Bukit Kasih, Objek Wisata Sejuk di Minahasa

Salah satu tempat wisata yang paling terkenal di Sulawesi Utara (Sulut) dan paling banyak dikunjungi adalah Bukit Kasih

Editor: muhammad irham
Tribun Manado
Bukit Kasih 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Salah satu tempat wisata yang paling terkenal di Sulawesi Utara (Sulut) dan paling banyak dikunjungi adalah Bukit Kasih.

Bertempat di Kawangkoan, Kabupaten Minahasa.

Bukit dengan ribuan anak tangga ini menjadi salah satu destinasi pilihan warga untuk berakhir pekan.

Meski sejak pandemi Virus Corona, tempat wisata yang satu ini ditutup sementara oleh pemerintah.

Di Bukit Kasih Minahasa, pengunjung bisa melihat langsung air belerang yang panas.

Biasanya, air tersebut sering dipakai untuk merebus telur kemudian dikonsumsi.

Selain itu, di puncak Bukit Kasih terdapat lima tempat ibadah dari masing-masing agama yang ada di Indonesia.

Ini juga menjadi simbol kerukunan umat beragama yang ada di tanah Minahasa.

Jika Anda berangkat dari Kota Manado, maka Bukit Kasih bisa ditempuh sekitar 75 menit.

Biaya masuk ke dalam objek wisata Bukit Kasih pun tergolong murah yakni hanya Rp 10.000 saja.

Meity salah satu pengunjung mengaku terkesima dengan keindahan di Bukit Kasih.

Ia bersama keluarganya datang dari Kabupaten Minahasa Utara (Minut), guna merasakan sensasi menaiki ribuan tangga di Bukit Kasih.

"Lumayan capek, tapi ketika sampai dipuncak banyak tempat keren untuk berfoto," ujarnya ketika dihubungi Tribun Manado.

Selain itu, adanya 5 tempat ibadah di puncak Bukit Kasih membuatnya bangga.

"Itu berarti orang Sulut cinta damai, dan semboyan Torang Samua Basudara jadi ikon di sini," tegasnya.

Meski begitu, ia berharap pemerintah memperhatikan beberapa fasilitas yang sudah mulai rusak.

"Misalnya beberapa anak tangga sudah mulai rusak, selain itu pegangan tangga pun sudah banyak yang tak terurus," aku dia.

Dirinya percaya, bahwa banyak nilai sejarah dan persatuan yang ada di Bukit Kasih.

"Ini yang kemudian harus dilestarikan, karena meskipun kita punya agama yang beda-beda, tapi kita hidup di tanah yang satu yakni tanah Indonesia," tegasnya.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved