Kuliner

Kuliner Khas Manado yang Cocok Dijadikan Santapan Pagi

Berada di Kota Manado, Sulawesi Utara, tak lengkap jika tak menikmati aneka kulinernya yang terkenal lezat.

Editor: muhammad irham
TribunManado/RyoNoor
Bubur Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berada di Kota Manado, Sulawesi Utara, tak lengkap jika tak menikmati aneka kulinernya yang terkenal lezat.

Ada beberapa jenis makanan khas Manado yang cocok untuk dijadikan sarapan pagi. 

Tidak ada yang lebih indah dibanding sarapan dengan tiga pilihan kuliner setempat.

Selain khas, rasanya juga terkenang hingga pulang ke kota asal Anda.

Tidak sulit mencari kuliner-kuliner ini, Anda tinggal meyusuri beberapa pasar, sentra kuliner, ataupun tenda pinggir jalan di pagi hari.

Kuliner ini memang ramai dijajakan pagi hari karena cocok untuk sarapan.

Berikut pilihan hidangan sarapan khas di Manado yang KompasTravel rangkum saat kunjungan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (31/8/2018)

1. Nasi Kuning Manado

Jangan anggap sepele nasi kuning (naskun) yang satu ini, pertama kali saya melihatnya saja sudah cukup aneh, karena dibungkus oleh daun janur.

Nasi kuning khas Manado mengandalkan pelengkapnya berupa irisan ikan cakalang, serta daging sapi yang diolah dalam bentuk irisan kecil-kecil.

Bisa juga ikan cakalangnya digiling menyerupai abon.

Telur rebus utuh juga menjadi pelengkap serta ditaburi berbagai pelengkap lain, seperti kentang kering dan daun bawang.

Nasi kuning khas Manado sering disajikan atau dibungkus daun woka (sejenis janur).

Anda bisa mendapatkan nasi kuning yang terkenal di Kampung Kodo atau di Rumah Makan Saroja dan Rumah Makan Selamat Pagi.

Jika malam hari, puluhan penjual nasi kuning banyak ditemui di daerah Komo, yang membuka lapak hingga subuh.

Berbeda dengan nasi kuning di daerah lain, nasi kuning khas Manado mengandalkan pelengkapnya berupa irisan ikan cakalang, serta daging sapi yang diolah dalam bentuk irisan kecil-kecil.

Telur rebus juga menjadi pelengkap serta ditaburi berbagai bumbu lainnya.

Nasi kuning khas Manado sering disajikan atau dibungkus di daun woka (sejenis janur).

Di Wakeke juga banyak disajikan menu nasi kuning selain tinutuan.

Tetapi yang paling terkenal adalah nasi kuning di Kampung Kodo atau di Rumah Makan Saroja dan Rumah Makan Selamat Pagi.

Jika malam hari, puluhan penjual nasi kuning bertaburan di Komo, yang membuka lapak hingga subuh.

2. Tinutuan

Sajian Tinutuan atau Bubur Manado dengan sambal roa dan ikan cakang fufu goreng.(Kompas.com/Ronny Adolof Buol)

Yang satu ini punya "nama beken" bubur manado, kalau sudah menyebut nama itu bisa dikenal sampai ke berbagai daerah di Indonesia.

Tinutuan merupakan makanan yang dibuat dari campuran berbagai sayuran hijau, antara lain kangkung, bayam, kemangi, dan yang khas daun gedi. Selain itu juga dicampur jagung, singkong, labu, dan bubur beras tentunya.

Rasanya gurih dan segar dari bahan-bahannya tersebut. Hidangan ini biasa disantap dengan nike, bakwan, ataupun ikan cakalang fufu (cakalang asap), sangat cocok untuk sarapan.

Jika hotel tempat Anda menginap tidak menyajikan hidangan ini, datangilah Jalan Wakeke, ada puluhan warung makan mulai dari yang sederhana sampai mewah menawarkan menu tinutuan.

3. Pisang Goreng

Sepintas mungkin tidak ada yang spesial dengan namanya. Namun setelah Anda coba pisang goreng manado yang kering bersama sambal dabu-dabu, Anda akan sulit berhenti mengunyahnya.

Di Manado, pisang goreng disantap dengan dabu-dabu atau sambal yang pedas. Buah pisang ini unik, pembuatnya mengatakan ini pisang manado, teksturnya kesat, tidak lembek, tetapi manis.

Pisang Goreng makanan khas asal Manado. (Istimewa)
Namanya pun tak kalah unik, yaitu pisang sepatu. Jangan kaget jika banyak orang lokal memesan sepatud di warung kopi pinggir jalan.

Selain pisang sepatu yang umum, di Manado ada pisang goreng yang sangat khas, pisang goreng goroho namanya. Pisang ini digoreng justru saat belum masak. Pisang digoreng hingga garing, dan lagi-lagi disantap dengan dabu-dabu.

Kawasan kuliner Sabuah Bulu di Malalayang menjadi tempat favorit menyantap pisang goreng.

Datanglah pagi atau menjelang sore, ratusan kios di sana akan menawarakan suasana matahari terbenam yang ditemani pisang goreng dan secangkir kopi.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved