Silat

Silat Ragay, Ilmu Bela Diri Khas Bolaang Mongondow

Setiap daerah punya gerak tersendiri, yang disesuaikan dengan budaya serta lingkungan alamnya.

Editor: muhammad irham
int
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seni beladiri pencak silat punya banyak ragam di daerah seluruh Indonesia.

Setiap daerah punya gerak tersendiri, yang disesuaikan dengan budaya serta lingkungan alamnya.

Daerah Bolaang Mongondow juga punya silat sendiri. Silat ini adalah warisan Kerajaan Bolaang Mongondow.

Yang disebut Ragay. Silat khas Mongondow ini punya banyak keunikan.

Salah satunya latihan pugutan yanat. Informasi yang dihimpun Tribun Manado dari sejumlah sumber Pustaka Bolmong, latihan tersebut adalah meneteskan air jahe di mata.

Tujuannya adalah melatih panca indra. Pelatihan berlangsung dalam suasana sakral.

Pesilat yang sudah beroleh pugutan akan memiliki ketajaman panca indra dan mata batin.

Di mata para pesilat ragay, sabetanparang atau tusukan tombak akan terlihat lambat bak gerakan slow motion hingga mudah dielakkan.

Pelatihan berlangsung malam hari. Hanya diterangi tuntul (obor), pesilat ditutup matanya dengan kain hitam dan berusaha mengelak dari sabetan parang maupun pukulan.

Itu karena prinsip Ragay adalah menangkis dan menghindar.

Selain kemampuan melihat dengan lambat serangan lawan, para pendekar ragay memiliki kekebalan serta ilmu menotok.

Ilmu totok itu dipamerkan dalam prosesi peminangan.

Selain berkelana di dunia Kang Ouw (persilatan), para pesilat biasa tunjuk kebolehan dalam perkawinan.

Mempelai pria memakai seorang pesilat yang akan bertarung melawan pesilat yang disediakan mempelai wanita.

Untuk pamer ilmu, para pesilat akan menotok papan selebar 4 cm hingga tembus.

Pesilat pihak pria harus bisa mengalahkan pesilat dari pihak wanita agar perkawinan bisa terwujud.

Hari, seorang warga mengaku kakeknya adalah pesilat ragay.

"Tapi cara bersilat tersebut sudah tak diwariskan," kata dia kepada Tribun Manado Rabu (27/1/2021) di Desa Lolak.

Ia mengaku tak begitu tahu mengenai riwayat kependekaran sang kakek dan serba serbi silat tersebut.

Silat Ragay yang serba unik tersebut memang hampir punah. Pemiliknya kebanyakan sudah tua.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved