Wisata Pantai

Bahaya yang Mengintai Saat Berlibur di Pantai

Menikmati pantai yang sejuk dan tenang, tentu hal yang sangat didambakan oleh sebagian wisatawan.

Editor: muhammad irham
shutterstock
ilustrasi traveling 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sulawesi Utara terkenal dengan objek wisata pantai yang indah dan memukau. Sebagian besar objek wisata pantai di Sulawesi Utara, bahkan sudah terkenal hingga ke mancanegara.

Tak heran, sebelum pandemi ini terjadi, Sulawesi Utara selalu menjadi destinasi pilihan bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara, berbondong-bondong datang ke Sulawesi Utara untuk berlibur.

Menikmati pantai yang sejuk dan tenang, tentu hal yang sangat didambakan oleh sebagian wisatawan.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai jika berlibur di pantai.

Dilansir dari laman rd.com, inilah enam bahaya tersembunyi yang ada di pantai.

1. Ubur-ubur

Sangat penting untuk waspada terhadap ubur-ubur ketika berada di pinggir pantai.

"Kontak dengan tentakel ubur-ubur dapat mengakibatkan berbagai cedera yang menyakitkan."

"Misalnya luka bakar, ruam, bahkan kerusakan saraf," kata David Greuner MD, kepala ahli bedah dan co-founder NYC Bedah Associates.

Bagaimana cara menghindarinya?

Ubur-ubur biasanya mengikuti gerakan arus dan lebih memilih perairan dangkal.

"Jika ada banyak ubur-ubur yang muncul, penjaga pantai biasanya menandai daerah itu."

2. Bakteri E.coli

Bakteri berbahaya E.coli 0157 dapat ditemukan di perairan tertentu.

Terutama danau dan sungai dan bakteri sangat berbahaya, terutama untuk anak-anak di bawah lima tahun.

Demikian kata Erica Steele DNM ND CFMP BCND.

Selain kram perut dan tinja berdarah, pada beberapa kasus ekstrem karena bakteri E.coli juga dapat menyebabkan penyakit ginjal atau kerusakan otak.

3. Kotoran

Limbah pantai sering menjadi masalah besar yang siap mengancam kesehatan.

“Limpahan air apa pun atau limbah yang tidak diolah melalui manusia dan hewan [bakteri enterococcus] dapat membuat para pengunjung pantai sakit," kata Dr Greuner.

Halaman selanjutnya

4. Alga yang berbahaya

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved