News

Tak Ada Pendapatan Selama Pandemi Covid-19, Perajin Kain Ulos Makan Pakai Garam

Aktivitas budaya di Tarutung, Sumatera Utara berhenti total termasuk kegiatan jual beli di pasar.

Editor: Isvara Savitri
Shutterstock/Zulfikri Sasma
Ilustrasi pembuatan kain ulos dengan alat tenun tradisional. 

TRIBUNMANADOTRAVEL - Pandemi virus corona (Covid-19) juga berpengaruh terhadap pendapatan para perajin kain ulos.

Pemilik Dame Ulos Renny Manurung mengatakan selama Covid-19'>pandemi Covid-19 tidak ada pendapatan samsa sekali.

Hal ini ia sampaikan dalam siaran langsung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di YouTube bertajuk “Peluncuran Beli Kreatif Danau Toba”

“Aktivitas budaya di sini sama sekali berhenti. Proses jual beli di pasar tidak ada sama sekali,” katanya, Sabtu (20/2/2021).

Para perajin berharap agar tetap ada penjualan per minggu untuk membeli kebutuhan mingguan seperti minyak atau beras.

Ilustrasi berbagai jenis Kain Ulos khas Batak.
Ilustrasi berbagai jenis Kain Ulos khas Batak. (Shutterstock/Hutama Limarta)

Namun, berhentinya aktivitas jual-beli membuat para penenun kain ulos tidak bisa menjual karya yang telah dihasilkan.

“Saya sama teman-teman kumpulin (kain) tenun, kita jual supaya mereka (para penenun) bisa makan karena mereka ada beberapa penenun yang makan lauknya pakai garam,” ujar Renny.

Pihaknya pun tidak hanya berfokus pada pengembangan motif kain ulos yang dijual, tetapi juga mengembangkan para perempuan di Tarutung, Sumatera Utara agar bisa menjual sendiri kain ulosnya lewat media sosial.

“Bagi masyarakat setempat, ulos adalah kebanggan bagi kami semua karena memiliki kekayaan budaya dan seni. Ulos ini juga salah satu identitas orang Batak yang di dalamnya ada keringat kami, dan nilai seni dan waktu yang dituangkan,” ujar Renny.

Dia menambahkan bahwa selain menjadi identitas orang Batak, kain ulos adalah doa dan simbol kasih sayang.

Baca juga: Lakukan 8 Hal Ini Bisa Bantu Mudahkan Pekerjaan Pramugari, Apa Saja?

Baca juga: Mengenal 7 Kuliner Nusantara Berbahan Dasar Tape, Mulai dari Dodol Garut hingga Prol Tape Jember

Sebab, pada setiap helai tenunan terdapat cerita dan doa di dalamnya.

Ada bantuan dari pemerintah

Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Raja Ampat.
Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Raja Ampat. (Tribun Travel)

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa sejauh ini pemerintah Indonesia sudah cukup banyak memberi dukungan kepada pelaku UMKM.

“UMKM sendiri dalam program Pemulihan Ekonomi Negara (PEN), lebih dari Rp 173 triliun (diberikan) untuk UMKM yang disalurkan lewat berbagai sarana,” tuturnya.

Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, Senin (15/2/2021), total anggaran untuk UMKM dan pembiayaan korporasi pada 2020 terealisasi Rp 173,17 triliun.

Namun, tahun ini anggaran tersebut ditingkatkan menjadi Rp 187,17 triliun dari total anggaran PEN sebesar Rp 688,3 triliun.

Menurut Sri Mulyani, apa yang dilakukan oleh sejumlah pihak terkait dalam pemberian dana bantuan kepada UMKM dan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) adalah kolaborasi yang mendorong pariwisata.

Baca juga: Ingin Buncis Tetap Terlihat Hijau Meski Sudah Dimasak? Simak Tips Berikut

Baca juga: Lion Air Adakan Layanan Rapid Test Antigen Covid-19 Bagi Penumpang Penerbangan Domestik

“Ini adalah salah satu bentuk kolaborasi yang bisa mendorong pariwisata di Danau Toba yang merupakan destinasi prioritas,” ucapnya.

Mengutip Antara, Sabtu, Presiden Joko Widodo dalam acara yang sama mengatakan, kampanye Beli Kreatif Toba diluncurkan lantara para pelaku kreatif dan UMKM di Danau Toba sudah sangat dikenal.

Dia mengatakan, kampanye tersebut memiliki peluang untuk makin memperluas potensi pasar sampai ke mancanegara.

“Kampanye ini akan dilengkapi dengan edukasi dan pendampingan bagi para pelaku kreatif dan UMKM untuk bisa benar-benar maju di industri digital, bukan hanya bisa sekadar onboarding di marketplace,” tutur Jokowi melansir Antara.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pandemi, Penenun Kain Ulos di Taruntung, Sumatera Utara Makan Pakai Garam".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved