Kuliner Nusantara

Termuat dalam Serat Centhini, Bagaimana Sejarah Makanan Pecel?

Pecel rupanya memiliki sejarah tersendiri. Makanan ini bahkan disebut di dalam Serat Centhini.

Editor: Isvara Savitri
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi nasi pecel. 

TRIBUNMANDOTRAVEL - Pecel merupakan salah satu makanan yang gampang ditemukan khususnya di Pulau Jawa.

Makanan ini cukup digemari karena rasanya yang lezat dan pengelolaannya juga cukup sederhana.

Caranya cukup merebus sayur-sayuran lalu dimakan dengan saus kacang yang berbumbu kencur, asem, garam, dan cabai.

Perpaduan tersebut membuat pecel kaya akan rasa segar, pedas, wangi, dan gurih.

Pecel juga memiliki keunggulan lain seperti kaya akan serat dan anti oksidan.

Lalu bagaimana sejarah pecel?

Dalam buku Babad Tanah Jawi diceritakan Ki Gede Pamanahan beritirahat di Dusun Taji saat melakukan perjalanan ke Tanah Mataram.

Ilustrasi pecel madiun.
Ilustrasi pecel madiun. (Sajian Sedap)

Di Dusun Taji, Ki Ageng Karang Lo menyiapkan jamuan untuk Ki Gede Pamanahan yakni nasi pecel daging ayam, sayur menir.

Selesai makan, Ki Gede Pamahanan berkata, "Terimakasih Ki Sanak. Hidangannya enak sekali. Saya sungguh sangat berhutang budi pada Ki Sanak. Semoga kelak saya bisa membalasanya."

Saat ditanya hidangan apakah itu. Ki Ageng Karang Lo menjawab, "Puniko ron ingkang dipun pecel." Artinya adalah dedaunan yang direbus dan diperas airnya.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved