Kuliner Nusantara

Termuat dalam Serat Centhini, Bagaimana Sejarah Makanan Pecel?

Pecel rupanya memiliki sejarah tersendiri. Makanan ini bahkan disebut di dalam Serat Centhini.

Editor: Isvara Savitri
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi nasi pecel. 

Pecel di Yogyakarta

Sementara itu Murdijati Gardjito, ahli gastronomi dari Universitas Gadjah Mada dalam bukunya Kuliner Yogyakarta Pantas Dikenang Sepanjang Mas menyebutkan jika dari sumber Babad Tanah Jawi, hidangan pecel mulanya berasal dari Yogyakarta.

Karena disuguhkan kepada Ki Gede Pamanahan saat perjalanan ke Tanah Mataram. Dan hingga saat ini, di  sudut Kota Yogayakarta sangat mudah ditemukan hidangan pecel.

Seperti di Kaliurang. Pecel di daerah ini banyak menggunakan sayur dari lereng Gunung Merapi.

Sementara itu penjual pecel di pojok Bringharjo tepatnya di Jalan Ahmad Yani, penjual menggunakan rebusan kenikir dan pare pahit.

Baca juga: Ingin Rasakan Vila Terapung Seperti di Maladewa? Berikut 5 Vila Terapung di Indonesia

Baca juga: Sebentar Lagi Tiba, Simak 3 Tradisi Sambut Bulan Ramadan dari Berbagai Belahan Dunia

Meski ada pahitnya, pecel di Bringharjo nikmat disandingkan dengan anke bacem gembus, tempe kedelai dan tahu.

Sedangkan di Terminal Imogiriterdapat penjual pecel kembang turi yang disantap dengan tempe goreng garit panas.

Tak hanya di Yogyakarta. Pecel juga dikenal di Madiun dan juga Blitar serta daerah Jawa lainnya yang tentunya memiliki rasa khas yang beragam.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved