Destinasi Wisata

Mengenal Sungai Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia, Jadi Objek Wisata Unggulan

Sungai Tamborasi disebut lebih pendek dibanding Sungai Kovasselva di Pulau Hitra, Norwegia.

Editor: Isvara Savitri
Wikimedia
Sungai Tamborasi di Sulawesi Tenggara merupakan sungai terpendek di dunia. 

TRIBUNMANADOTRAVEL, KOLAKA UTARA - Apakah Anda tahu Indonesia memiliki sungai terpendek di dunia?

Sungai tersebut bernama Sungai Tamborasi di Desa Tamborasi, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

Sungai Tamborasi memiliki aliran dari hulu ke hilir hanya sepanjang 20 meter.

Sungai selebar 15 meter ini bermuara di Teluk Bone.

Mengutip laman WorldAtlas, Sungai Tamborasi adalah sungai terpendek di dunia.


Mata air Sungai Tamborasi berasal dari gua bawah tanah dan langsung mengalir ke laut. Aliran sungai sulit terlihat saat air laut pasang yang tampak pada saat foto ini diambil. (Firstlab18, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)

Sungai Tamborasi disebutkan lebih pendek dibandingkan dengan Sungai Kovasselva di Pulau Hitra, salah satu pulau terbesar di negara Norwegia.

Aliran Sungai Kovasselva memiliki panjang 22 meter mulai di hulu dari Danau Kovassvatnet hingga hilir ke Laut Norwegia.

Pendeknya aliran Tamborasi juga mengalahkan aliran Reprua sejauh 27 meter yang berada di negara Georgia.

Sungai sepanjang 20 meter ini lebih mirip seperti aliran air laut yang menembus bibir pantai dan menerpa tebing kapur putih.

Mata air sungai tersebut berasal dari tebing cadas tegak lurus di sela rimbunan pohon.

Baca juga: Menu Sarapan Khas Medan yang Menggiurkan, Ada Lontong Kak Lin hingga Soto Udang Kesawan

Baca juga: Ingin Rasakan Vila Terapung Seperti di Maladewa? Berikut 5 Vila Terapung di Indonesia

Dari sela-sela tebing itu keluar air tawar yang menghasilkan air warna hijau toska yang jernih di bagian hulu.

Saking jernihnya, bebatuan di dasar sungai sedalam 5 meter bisa terlihat dengan jelas.

Suhu airnya pun dingin dan berubah menjadi hangat saat mendekati muara di Laut Flores.

Hanya beberapa meter dari aliran sungai terbentang pantai berpasir putih bersih yang dinamai Pantai Tamborasi.

Pantai ini menjadi pemisah antara aliran Sungai Tamborasi dan air laut Teluk Bone.

Sungai ini dapat dijangkau dengan perjalanan darat sejauh 80 kilometer selama dua jam dari ibu kota menuju utara, melewati jalan lintas provinsi di ruas Ranteangin-Kolaka.

Jika dari Kendari, perjalanan ke Sungai Tamborasi bisa ditempuh dengan perjalanan darat sejauh hampir 300 km selama empat jam.

Penandanya sangat jelas, yaitu tulisan besar-besar warna-warni "Tamborasi Beach" yang berlatar air laut biru Laut Flores di Teluk Bone.

Di pantai tersebut ada tempat parkir yang mampu menampung sekitar 30 kendaraan roda empat atau 70 motor.

Hulu sungai terpendek di dunia ini akan terlihat setelah pengunjung menyusuri jalan setapak sejauh 200 meter dari gerbang masuk.

Baca juga: Sebentar Lagi Tiba, Simak 3 Tradisi Sambut Bulan Ramadan dari Berbagai Belahan Dunia

Baca juga: 8 Soto dari Berbagai Daerah di Indonesia Ini Jadi Menu Pas untuk Buka Puasa

Sebanyak delapan anak tangga akan menyambut kita menuju hulu sungai berair hijau toska jernih.

Sejak akhir 2018, kawasan ini ditata ulang oleh Dinas Pariwisata Kolaka sebagai obyek wisata.

Setiap pengunjung akan dikenai tiket masuk sebesar Rp 5 ribu serta tiket parkir Rp 5 ribu untuk roda empat dan Rp 2 ribu untuk roda dua.

Di akhir pekan, lokasi ini banyak didatangi wisatawan untuk berenang.

Tak hanya berenang, wisatawan juga bisa melakukan aktivitas river turbing.

Untuk memfasilitasi kegiatan itu, pengelola menyewakan belasan ban dalam yang diikat tali warna kuning kepada pengunjung.

Pengelola juga menyediakan gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai oleh para pengunjung.

Baca juga: Termuat dalam Serat Centhini, Bagaimana Sejarah Makanan Pecel?

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Pantai di Likupang yang Wajib Dikunjungi

Sebuah kawasan perbukitan dengan pepohonan rimbun di kaki Gunung Mekongga, setinggi 2.620 meter dari permukaan laut, menjadi salah satu latar kawasan di sekitar Sungai Tamborasi.

Di sana, pengunjung bisa menjumpai kera-kera liar turun dari rimbunan pepohonan perbukitan yang mencari makan ke wilayah Tamborasi.

"Sungai Tamborasi adalah objek wisata unggulan di Kolaka dan menjadi salah satu nominasi destinasi unik pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," kata Kepala Dinas Pariwisata Kolaka Zulkarnain Mansyur, dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Kolaka.

Menyaksikan matahari terbenam atau sunset juga menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh pengunjung saat berada di Sungai Tamborasi.

Bagi kamu yang khawatir akan kemalaman, tak jauh dari objek wisata ini terdapat beberapa pondokan yang dikelola warga setempat yang bisa kamu jadikan tempat menginap.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Menelusuri Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Sulawesi Tenggara, Jadi Objek Wisata Unggulan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved