Tips Travelling

Temui Penumpang dengan Bau Badan Tak Sedap, Seorang Pramugari Bagikan Tipsnya

Ketika menemukan penumpang berbau badan tidak sedap, Anda bisa meminta tolong pada pramugari untuk mengatasinya.

Editor: Isvara Savitri
prodinr.com
Ilustrasi penumpang bau badan di pesawat. 

TRIBUNMANADOTRAVEL, TIPS - Perjalanan menggunakan pesawat memang akan selalu ada cerita menarik.

Entah cerita tersebut lucu atau bisa saja sedikit mengganggu bagi penumpang lainnya.

Salah satu yang tidak jarang terjadi adalah adanya penumpang pesawat yang tidak menjaga kebersihan.

Misalnya saja ada penumpang yang memiliki bau badan tidak sedap.

Tentu ini akan menjadi hal yang kurang nyaman bagi penumpang lainnya.

Apakah kamu pernah mengalami hal semacam ini?

Jika iya, kamu tidak perlu kawatir sebab ada berbagai cara khusus untuk mengatasi penumpang berbau badan tidak sedap.

Ilustrasi bau badan tidak sedap.
Ilustrasi bau badan tidak sedap. (Freepik.com)

Dilansir melalui Express.co.uk (3/1/2021) seorang pramugari, Sarah Steegar membagikan sejumlah cara khusus untuk mengatasi kondisi tersebut.

Sarah mengatakan dalam forum FlyerTalk, tips cepatnya adalah dengan membawa paket kecil berisi kopi.

Paket kopi tersebut secara tidak langsung dapat mengatasi bau tidak sedap dan kamu bisa memintanya langsung ke pramugari.

"Pertimbangkan untuk meminta sebungkus kopi. Itu tidak elegan memang, tapi bisa membantu," kata Sarah Steegar.

Lebih lanjut lagi Sarah mengatakan, selain untuk mengatasi bau tidak sedap, kopi juga berfungsi baik untuk mengatasi mabuk saat perjalanan udara.

"Kopi juga menjadi cara cepat untuk mengatasi orang yang sakit selama penerbangan berlangsung," ujarnya lagi.

Sarah mengatakan, petugas pesawat pada dasarnya tidak akan mengatasi urusan bau badan jika tidak ada penumpang yang meminta bantuan.

Baca juga: Selain Lezat, 5 Makanan Jepang Ini Juga Menyehatkan Lho!

Baca juga: Sering Tertukar, Rupanya Boba, Pearl, dan Bubble Tea Berbeda Lho!

Jika terdapat kasus penumpang dengan bau badan tidak sedap, maka pramugari bisa memindahkannya di kursi yang berbeda.

Penumpang tersebut tentunya akan segera mendapat penanganan dan difasilitasi dengan selayaknya.

Namun, Sarah menjelaskan ada baiknya penumpang sedikit lebih bersabar karena bau badan tersebut bisa hilang sewaktu-waktu.

"Kabar baiknya, empat dari lima kasus penumpang dengan bau badan tidak sedap biasanya terjadi karena stres perjalanan, terlepas dari penyebab yang mendasari," tulis Steegar di FlyerTalk.

"Kamu bisa memberi jeda waktu sekitar 5-10 menit pada orang yang bau itu untuk mengangkat kopernya, melepas sweternya dan duduk, karena setelah ini baunya biasanya mereda,” ujarnya lagi.

Jika bau tidak sedap itu masih ada, maka kamu bisa memastikan agar penumpang tersebut bergerak seminim mungkin.

“Sebagai pramugari, saya akan mencoba sesuatu seperti, 'Apakah ingin diselimuti dengan selimut, Pak?' atau membantunya mengambil barang seperti koper, sehinga dia tidak bergerak,” katanya.

Ilustrasi penumpang pesawat
Ilustrasi penumpang pesawat (int)

Sarah kembali menjelaskan, jika ada penumpang berbau badan tidak sedap biasa saja diminta untuk turun dari pesawat.

Namun, tentunya hal ini dilakukan atas dasar pertimbangan kesehatan pada penumpang yang bersangkutan.

“Jika bau karena penyakit atau kecacatan, secara hukum tidak ada yang bisa dilakukan kecuali menggunakan empati kita,” kata Sarah.

Menurut peraturan transportasi umum American Airlines, penumpang akan dikeluarkan jika memiliki bau tidak sedap yang bukan disebabkan oleh kecacatan atau penyakit.

Tidak hanya itu, pihak masakapai juga akan menolak masuknya penumpang dengan pakaian yang menyebabkan ketidaknyamanan atau pelanggaran bagi penumpang lain.

Jangan Lakukan Hal Ini Kalau Tidak Mau Dibenci Pramugari Selama Penerbangan

Bertugas menjaga dan memberikan kenyamanan penumpang selama terbang menjadi tanggung jawab besar bagi pramugari.

Buat penumpang pesawat yang menikmati perjalanannya tentu menjadi hal mudah bagi pramugari untuk mengaturnya.

Baca juga: Nikmati Udara Sejuk Pegunungan, Berikut Harga Menginap di Bobocabin Ranca Upas Bandung 2021

Baca juga: Awali Hari dengan Sarapan, Berikut Rekomendasi Kuliner di Semarang

Namun ada kalanya penumpang yang membuat pramugari merasa kesal atau jengkel atas kelakuan penumpang di pesawat.

Seorang pramugari yang tidak menyebutkan namanya ini mengungkapkan satu kelakuan penumpang yang membuat pekerjaan mereka semakin sulit.

"Saya tidak keberatan ketika mengantarkan makanan ringan (untuk penumpang). Tapi saya benci kalau ada penumpang yang memencet bel panggilan mereka beberapa kali," tulis pramugari dalam forum Reddit.

Pramugari itu melanjutkan, "(Pernah kejadian) dalam penerbangan internasional di mana ada anak kecil bermain-main dengan memencet tombol bel beberapa kali. Jadi kami menonaktivkan suara bel itu di seluruh pesawat dan mengabaikannya. Tapi ketika pramugari lewat di kabin pesawat, penumpang pria langsung menghentikannya dan berteriak padanya".

Dilaporkan dalam Express.co.uk, bel panggilan itu memang disediakan untuk penumpang dan boleh dipencet kalau memang penumpang membutuhkan bantuan mendesak dari kru kabin.

Namun tampaknya sejumlah penumpang masih ada yang belum tahu kalau bel itu disediakan untuk urusan darurat.

"Saya seorang kru kabin. Dan kecuali kamu (ada kondisi darurat) seperti sakit maka jangan pernah 'ding' (menekan tombol)," ucap pramugari.


Pramugari dan penumpang (Austrian Airlines ( www.austrian.com ) / CC BY-SA)

"Ini sama saja dengan menyentikkan jari ketika kamu ada di restoran," lanjutnya.

Pramugari lainnya turut berkata, "Kamu boleh saja 'ding' (menekan tombol) untuk minta minuman lagi, namun ketika saya ingin berhenti melayanimu maka akan saya lakukan".

Sebaliknya, penumpang juga akan diberi tahu kalau mereka ingin meminta makanan ringan atau minum tambahan maka harus pergi ke dapur.

Perihal menekan bel panggilan memang menjadi perdebatan di kalangan kru kabin berbagai maskapai penerbangan.

Sebelumnya, pramugari Annette Long yang sudah bekerja di industri penerbangan selama 13 tahun mengemukakan bahwa ada benar dan salahnya ketika memanfaatkan bel panggilan.

Katanya, bel panggilan tersebut boleh digunakan tergantung dengan alasan penggunaan.

"Kami tidak suka kalau ada penumpang yang memencet bel itu ketika pramugari baru saja jalan melewati lorong kabin," katanya.

Baca juga: Hutan Mangrove Bolmut Sajikan Keindahan Laut dan Spot Selfie Bersama Keluarga

Baca juga: Museum Bawah Air Cannes Prancis Telah Dibuka, Ada 6 Patung Topeng Seberat 9 Ribu Kilogram

“(Kejadian) ini terjadi sepanjang waktu. Kami baru saja berjalan melewati lorong kabin sebanyak tiga kali untuk membersihkan sampah, dan saya baru saja kembali ke dapur, lalu saya mendengar 'ding dong'," lanjutnya.

"Lalu ketika saya pergi menemui penumpang itu, dia hanya memberikan sampahnya pada saya untuk dibuangkan," sambungnya.

Pramugari itu langsung memperingatkan padanya dengan mengatakan kalau bel panggilan boleh digunakan ketika penumpang merasa tidak enak badan, menderita penyakit darurat, atau butuh bantuan saat tanda sabuk pengaman menyala.

Jika sabuk pengaman tidak perlu diikat, penumpang bebas pergi ke dapur untuk mencari bantuan dari staf.

Namun, beberapa penumpang membantah aturan ini.

Seorang penumpang bahkan ada yang tidak setuju dengan mengatakan kalau mereka membayar tiket pesawat maka berhak jika menggunakan bel panggilan setiap saat.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Pramugari Ini Bagikan Cara Atasi Penumpang Berbau Badan Tidak Sedap saat di Pesawat.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved