News

Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Adakan Upacara Adat Labuhan Merapi, Peserta Dibatasi 30 Orang

Bagi para peserta upcara adat diharapkan waspada dengan kondisi Merapi dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Editor: Isvara Savitri
KOMPAS.COM/Yustinus Wijaya Kusuma
Uba Rampe Labuhan Merapi saat dibawa dari Kantor Kecamatan Cangkringan menuju ke Kinahrejo. Uba Rampe ini disemayamkan satu malam di Kinahrejo, kemudian pada Senin 15 Maret 2021 pagi dibawa naik ke Sri Manganti. 

TRIBUNMANADOTRAVEL, YOGYAKARTA - Minggu (14/3/2021) Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali mengadakan upacara adat Merapi'>Labuhan Merapi.

Selain hari ini, upacara adat Merapi'>Labuhan Merapi juga diadakan pada Senin (15/3/2021).

Sekitar pukul 9.30 Wib rombongan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tiba di Kantor Kecamatan Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Prosesi diawali dengan serah terima "uba rampe" dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat kepada Juru Kunci Merapi.

"Uba rampe" adalah perlengkapan Labuhan Merapi.

Baca juga: Butuh Tempat Liburan Baru di Sulut? Coba Suasana Tj Beach Resort dan Water Sport

Baca juga: Pandemi Covid-19 Masih Berlangsung, Simak 7 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Hotel

Sebagai perwakilan dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Widyo Bayu Kusumo menyerahkan "uba rampe".

"Di sini upacaranya hanya penyerahaan uba rampe labuhan dari Kraton diserahkan ke Pak Camat, dari Pak Camat diserahkan ke Saya," ujar Juru Kuci Merapi Mas Wedono Suraksohargo Asihono saat ditemui di Kantor Kecamatan Cangkringan, Sleman, Minggu (14/3/2021).

Usai diserahkan, perlengkapan upacara labuhan ini dari Kantor Kecamatan Cangkringan dibawa ke Pendopo Kinahrejo, Desa Umbulharjo.

Menurutnya "uba rampe" labuhan Merapi antara lain ada Sinjang Kawung Kemplang, Semekan Gadung, Semekan Gadung Mlati, Kampuh Paleng, Desthar Daramuluk, Desthar Udaraga dan Arta Tindih.

Sesampainya di Pendopo Kinahrejo, perlengkapan labuhan ini lantas disemayamkan satu malam. Kemudian pada Senin (15/3/2021) pagi dibawa ke Srimanganti.

Baca juga: BOCORAN Ikatan Cinta Minggu 14 Maret 2021: Nino Marah Hasil Tes DNA Reyna DIbuang

Baca juga: Ingin Berlibur Bersama Keluarga? Coba Kunjungi Pantai Losari di Bolmong

"Prosesinya tetap sama. Uba rampe disemayamkan satu malam, terus paginya dibawa ke atas di Srimanganti," urainya.

Diungkapkannya karena saat ini masih masa pandemi virus corona (Covid-19) maka untuk peserta prosesi labuhan Merapi yang ikut ke Srimanganti dibatasi.

Selain itu, pembatasan ini juga karena kondisi aktivitas Gunung Merapi saat ini.

"Dibatasi hanya 30 orang, karena pandemi dan kondisi Merapi juga," bebernya.

Mas Asih berharap semua yang mengikuti prosesi upacara adat labuhan Merapi tetap menjalankan protokol kesehatan, sebab saat ini masih dalam pandemi Covid-19.

Baca juga: Peringati Hari Raya Nyepi, Bandara I Gusti Ngurah Rai Tutup Operasional Selama 24 Jam

Baca juga: Ingin Buka Puasa Sedikit Berbeda, Coba 7 Kuliner Khas Malaysia Berikut

"Harapan saya semua yang mengikuti harus waspada dengan kondisi Merapi dan perlu mematuhi protokol kesehatan," tegasnya.

Dari pengamatan Kompas.com, prosesi serah terima "uba rampe" di Kantor Kecamatan Cangkringan dilaksanakan dengan protokol kesehatan.

Petugas melakukan pengecekan suhu dipintu masuk kantor kecamatan.

Mereka yang hadir juga tampak mengenakan masker. Selain itu kursi -kursi juga ditata dengan diberi jarak.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Keraton Yogyakarta Gelar Upacara Adat Penyerahan "Uba Rambe" ke Juru Kunci Merapi".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved