Tips Traveling

Pandemi Covid-19 Masih Berlangsung, Simak 7 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Hotel

"Item yang paling 'disentuh' di kamar hotel seringkali adalah yang paling kotor," imbuh Robert M. Hebeler.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi kamar hotel. 

TRIBUNMANADOTRAVEL - Pandemi virus corona (Covid-19) sedikit-banyak mengubah pola hidup kita.

Selain itu, perilaku kita soal kebersihan juga berubah.

Banyak dari masyarakat yang kemudian lebih memperhatikan kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Banyak orang yang kemudian juga lebih memilih berdia di tempat privat dibanding bertemu banyak orang.

Adanya pandemi Covid-19 tidak menyurutkan niat sebagain orang untuk berlibur dan menginap di hotel.

Namun tahukah kamu, ada beberapa hal yang seharusnya kamu hindari ketika menginap di kamar hotel selama pandemi Covid-19?

Dilansir TribunTravel dari laman Reader's Digest, Minggu (14/3/2021), berikut tujuh hal yang tidak seharusnya dilakukan di kamar hotel:

1. Menyentuh permukaan tanpa melakukan pembersihan terlebih dahulu


Ilustrasi pintu kamar hotel. (Pixabay/neshom)

Ini berlaku untuk semua area di kamar hotel, terutama kamar mandi.

Pendiri dan CEO of Upgraded Points, Alex Miller menyarankan, "Di dekat toilet, taruh handuk di tanah sehingga kaki anda tidak pernah menyentuh area di mana urin atau bakteri lain kemungkinan besar berkumpul selama banyak tamu yang menginap di kamar."

Dan untuk permukaan yang disentuh, mintalah tisu desinfektan dari hotel dan seka semua kenop pintu, remote TV, keran dan bahkan sakelar lampu, menurut Profesor Perhotelan dan Bisnis di Rollins College, Robert M. Hebeler.

"Item yang paling 'disentuh' di kamar hotel seringkali adalah yang paling kotor," imbuhnya.

Selama pandemi Covid-19, banyak hotel yang menyediakan tisu desifektan bagi para tamu.

2. Masuk ke lift yang penuh sesak

Jika kamu menginap di hotel dengan banyak lantai, kemungkinan besar setidaknya satu orang sudah berada di lift saat kamu siap untuk naik.

Meskipun hal ini biasanya tidak menimbulkan ancaman, kecuali mungkin bagi mereka yang menderita klaustrofobia, pada saat Covid-19 hal ini sebaiknya dihindari.

"Yang terbaik adalah menggunakan lift sendirian," kata Natasha Bhuyan dari One Medical.

"Awalnya mungkin agak canggung, tapi merasa nyaman 'melewati' lift yang sudah ada orang di dalamnya dan ambil yang berikutnya," imbuhnya.

Ia menambahkan, "Selain itu, meskipun hotel harus sering membersihkan tombol lift, gunakan tisu bersih untuk menekan tombol dan membuangnya ke tempat sampah."

Baca juga: Mengenal Kota Passau, Kota Tiga Sungai di Jerman, Venice-nya Bayern

Baca juga: Aktivis Lingkungan Berusia 20 Tahun Berhasil Bersihkan Sampah dalam Waktu 589 Hari

3. Mencuri jubah mandi


Ilustrasi handuk. (Freepik.com)

Selain Covid-19, mencuri jubah mandi bukan perilaku yang baik.

Kamu mungkin akan mendapatkan tambahan tagihan atas tindakan ini.

Seorang Fotografer dan Blogger perjalanan untuk EverythingZany.com, Ryazan Tristram, mengatakan, "Tamu terkadang membawa pulang fasilitas penting yang disediakan hotel selama mereka menginap, seperti sampo, lotion, dan produk meja rias lainnya."

"Namun, orang terkadang membawa pulang jubah mandi juga, yang tidak boleh," imbuhnya.

Ia menambahkan, "Kamu dapat dikenakan biaya tambahan atau bahkan denda karena mengambil barang-barang yang lebih mahal, termasuk linen, karya seni dan elektronik."

4. Meninggalkan perhiasan di koper atau lemari

Banyak hotel yang hanya memiliki layanan tata graha sebelum dan setelah tamu menginap.

Tetapi lebih baik jika kamu menyimpan barang-barang berharga dengan benar.

Sebagian besar kamar hotel menyediakan brankas yang bisa kamu manfaatkan.

Jadi jangan tinggalkan perhiasan, dompet atau benda berharga lainnya di kamar, kecuali disimpan di brankas yang disediakan hotel.

Baca juga: 5 Tempat Belanja Murah di Jakarta Ini Tak Akan Menguras Kantongmu

Baca juga: Ingin Buka Puasa Sedikit Berbeda, Coba 7 Kuliner Khas Malaysia Berikut

5. Membiarkan pintu kamar mandi terbuka saat digunakan


Ilustrasi mandi. (Freepik.com)

Tidak ada salahnya menikmati mandi uap di hotel, namun waspadalah terhadap uap air jika masuk ke kamar.

"Pancuran air panas hotel dapat menyebabkan banyak uap dan akibatnya dapat memicu sistem alarm kebakaran hotel di dalam kamar tidur jika kamu membiarkan pintu kamar mandi terbuka," kata Tristram.

6. Lupa memeriksa tempat tidur

Bahkan hotel terbaik tidak dapat mencegah makhluk menyeramkan untuk masuk ke kamar tidur.

"Saya selalu menyarankan para pelancong untuk meletakkan koper mereka di bak mandi sampai mereka memeriksa kutu busuk di tempat tidur," kata Mitch Krayton dari Krayton Travel.

"Tarik kembali tempat tidur dan periksa sudut kasur. Selain itu, minta pihak hotel untuk mengonfirmasi apakah ada perlengkapan tempat tidur yang tidak dicuci. Dengan begitu, kamu bisa yakin untuk menghindari apapun yang digunakan banyak orang," jelas Hebeler.

Seprei, selimut hanya dibersihkan sesuai kebutuhan.

Saat ini, banyak hotel menggunakan selimut sebagai pengganti seprai.

Baca juga: Young Lex Tak Mengelak Tudingan Jiplak Karya Lay EXO: Gue Nggak Terlibat Full Proses Produksi

Baca juga: Ingin Nikmati Panada Ubi yang Disukai Sandiaga Uno? Kunjungi Likupang, Bisa Menginap di Home Stay

7. Berjalan dengan kaki yang 'berat'

Ada begitu banyak kekhawatiran tentang menginap di hotel saat pandemi Covid-19.

Dan musik serta suara yang keras bukanlah satu-satunya hal yang harus diperhatikan saat berada di kamar hotel.

"Menurut pengalaman saya, tidak peduli seberapa mewah sebuah hotel, tetap saja dibangun dengan bahan yang tidak memungkinkan kedap suara, terutama dari tamu di lantai atas," kata Kucheran,

"Hindari berjalan-jalan dengan langkah berat, agar kamu tidak menjadi tamu yang menganggu," pungkasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul 7 Hal yang Tidak Seharusnya Dilakukan di Kamar Hotel, Termasuk Mandi dengan Pintu Terbuka.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved