Kudeta Militer Myanmar

Akibat Luka di Dada, Seorang Polisi Myanmar Tewas di Tengah Aksi Protes

Salah seorang polisi dilaporkan tewas dan tiga lainnya mengalami luka ketika menangani unjuk rasa anti kudeta militer di Myanmar.

Editor: Isvara Savitri
STR/AFP
Seorang pria memegang poster yang menampilkan pengunjuk rasa Kyal Sin saat orang-orang menghadiri prosesi pemakamannya di Mandalay pada 4 Maret 2021, sehari setelah dia ditembak di kepala saat mengambil bagian dalam demonstrasi menentang kudeta militer. 

TRIBUNMANADOTRAVEL, YANGON - Minggu (14/3/2021) satu polisi Myanmar dilaporkan tewas ketika menghadapi aksi protes kudeta militer.

Selain itu, tiga polisi juga terluka ketika sedang menangani para demonstran.

Dilansir dari Reuters pada Senin (15/3/2021), berita ini dilaporkan oleh stasiun televisi pemerintah Junta Militer, MRTV.

Dalam siaran tersebut para demonstran dikabarkan melempar batu dan menggunakan ketapel.

Hal ini menyebabkan Letnan Kyaw Naing Oo meninggal karena luka di dada.


Para migran Myanmar di Thailand menunjukkan salam tiga jari dan foto pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi yang ditahan pada sebuah protes terhadap kudeta militer di negara asal mereka, di depan gedung ESCAP PBB di Bangkok pada 22 Februari 2021. (Mladen ANTONOV/AFP)

Sampai hari ini, militer mengatakan hanya satu polisi meninggal dunia akibat gelombang aksi protes.

Sementara lebih dari 80 demonstran tewas oleh pasukan keamanan.

14 Demonstran Anti Kudeta Militer Tewas

Dilansir Reuters, Senin (15/3/2021), tindakan aparat keamanan Myanmar menewaskan sedikitnya 14 demonstran di distrik Hlaingthaya, Yangon, Minggu (14/3/2021).

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved