Kudeta Militer Myanmar

Akibat Luka di Dada, Seorang Polisi Myanmar Tewas di Tengah Aksi Protes

Salah seorang polisi dilaporkan tewas dan tiga lainnya mengalami luka ketika menangani unjuk rasa anti kudeta militer di Myanmar.

Editor: Isvara Savitri
STR/AFP
Seorang pria memegang poster yang menampilkan pengunjuk rasa Kyal Sin saat orang-orang menghadiri prosesi pemakamannya di Mandalay pada 4 Maret 2021, sehari setelah dia ditembak di kepala saat mengambil bagian dalam demonstrasi menentang kudeta militer. 

Demikian laporan kantor berita Myanmar Now seperti dilansir Reuters.

Beberapa media lokal lainnya menyebut jumlah korban tewas lebih tinggi lagi.

Myanmar Now mengatakan informasi itu berasal dari seorang pekerja penyelamat dan rumah sakit dekat dengan distrik industri tersebut.

Baca juga: Gua Jepang di Singkil Manado Tinggalkan Air Jernih Melimpah dan Ukiran Kanji di Dinding

Baca juga: 6 Masjid Terindah di Dunia Ini Bisa Kamu Nikmati Secara Virtual, Salah Satunya Masjidil Haram

Setidaknya satu demonstran tewas pada Minggu di kota Bago, Myanmar, dekat Yangon, kata para saksi dan media setempat.

Sejauh ini lebih dari 80 orang tewas dalam aksi protes terhadap kudeta yang menggulingkan pemerintahan sipil yang sah bulan lalu.

Sebelumya saksi dan media setempat melaporkan 12 orang tewas akibat tindakan aparat keamanan Myanmar, Sabtu (13/3/2021).

Dilansir Reuters, para saksi mengatakan lima orang ditembak mati dan beberapa terluka akibat tindakan polisi menembaki aksi protes di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar.

Sementara korban lainnya yang tewas berada di kota pusat Pyay dan dua tewas dalam penembakan polisi di ibukota komersial Yangon, sebelumnya tiga orang juga tewas, laporan media setempat.

"Mereka bertindak seperti berada di zona perang, menghadapi orang-orang yang tidak bersenjata," kata aktivis Myat Thu yang berbasis di Mandalay.

Dia mengatakan mereka yang tewas termasuk anak berusia 13 tahun.

Halaman selanjutnya


Tubuh Angel dibawa ...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved