News

Mantan Pramugari Ungkap Sisi Kelam Maskapai Mewah di Amerika Serikat, Dipecat Karena Penampilan

Peraturan terhadap pnampilan para awak kabin sangat ketat. Hal tersebut bahkan bisa membuat seseorang kehilangan pekerjaan.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi pramugari berinteraksi dengan penumpang pesawat. 

TRIBUNMANADOTRAVEL - Banyak orang yang mendambakan bekerja sebagai pramugari di maskapai mewah.

Impian ini selalu ada di setiap zaman, termasuk pada akhir 1920-an dan 1990-an.

Saat itu di Amerika Serikat (AS) terdapat sebuah maskapai penerbangan tersohor bernama Pan Am.

Maskapai Pan Am terkenal akan kemewahannya.

Namun rupanya dibalik kemewahan tersebut terdapat cerita kelam.


Ilustrasi pramugari. (Freepik.com)

Melansir laman Expres.co.ok (15/3/2021) seorang mantan pramugari maskapai Pan Am yang tidak menyebut nama telah mengungkapkan rahasia tersebut.

Pernyataan pramugari ini didapat dari buku hasil penelitian Dr Bryce Evans, profesor sejarah di Liverpool Hope University.

Buku tersebut bertajuk 'Food and Aviation in the Twentieth Century: The Pan American Ideal'.

Dalam buku ini mantan pramugari Pan Am menyatakan kebenaran yang menghancurkan bagi beberapa kru.

Seperti satu di antaranya adalah aturan yang sangat ketat terhadap penampilan bagi para kru maskapai.

Menurutnya, aturan standar kecantikan yang ketat pada maskapai Pan Am bisa saja membuat semua kru kehilangan pekerjaan.

Meski kesalahan yang dilakukan begitu sepele seperti satu di antaranya menambah sedikit berat badan.

Baca juga: Akibat Luka di Dada, Seorang Polisi Myanmar Tewas di Tengah Aksi Protes

Baca juga: 6 Masjid Terindah di Dunia Ini Bisa Kamu Nikmati Secara Virtual, Salah Satunya Masjidil Haram

Menurut satu anggota kru yang berbicara dengan Dr Evan, awak kabin harus menjalani pemeriksaan secara rutin untuk memastikan berat badan mereka tidak bertambah.

Lebih lanjut lagi ia mengatakan, awak kabin bisa saja dipekerjakan atau dipecat hanya berdasarkan penampilan.

Satu dokumen dari 1960-an yang ditemukan oleh Dr Evans mengungkapkan, beberapa pelamar dapat ditolak karena polos, tidak terlihat menarik.

Ditambah lagi jika ada pelamar yang sudah bercerai, punya anak, dingin, pasif, terlalu banyak riasan mata, gemuk hingga kepala terlalu kecil untuk tubuh.

Sementara itu, ia juga menemukan bahwa pelamar disukai karena dianggap sederhana, gadis cantik, menyenangkan, atau teman eksekutif perusahaan.

"Ini adalah sifat Pan Am yang berwajah Janus di satu sisi, pramugari memiliki 'tubuh indah' tetapi di sisi lain mereka memperlakukan orang seperti daging," kata Dr Evans.

Meski demikian, Dr Evans menunjukkan banyak anggota kru yang dia ajak bicara tidak diatur secara bertahap oleh aturan yang diterapkan kepada mereka.


Ilustrasi pesawat. (Freepik.com)

“Saat saya sampaikan kepada mereka, tidak ada yang mempermasalahkan kondisi dan tidak ada yang merasa tertekan,” katanya.

“Namun sangat sedikit yang bertahan satu tahun atau lebih dalam profesinya dan banyak penumpang atau pilot kaya yang menikah," ujarnya lagi.

"Ini mungkin mencerminkan standar zaman dan yang cukup menyedihkan, tidak satu pun dari mereka yang menyesal karena tidak memiliki karier yang lebih lama," ungkapnya.

Namun, dari penelitian ini Dr Evans merasa kesal karena peran pramugari dianggap begitu sensual dalam budaya populer selama bertahun-tahun.

"Setelah berbicara dengan mantan karyawan Pan Am, mereka frustrasi dan ingin menekankan profesionalisme pekerjaan itu, bukan malah tentang gadis seksi berseragam ketat," kata Dr Evans.

Baca juga: Gua Jepang di Singkil Manado Tinggalkan Air Jernih Melimpah dan Ukiran Kanji di Dinding

Baca juga: Ingin Berlibur Bersama Keluarga? Coba Kunjungi Pantai Losari di Bolmong

Ini Kode Rahasia Pramugari untuk Menenangkan Penumpang yang Ketakutan

Perjalanan menggunakan pesawat seringkali menglami kejadian yang tidak diinginkan.

Satu di antaranya adalah menghadapi turbulensi penerbangan yang tidak dapat dikendalikan.

Hal semacam ini tentunya bisa saja membuat sebagian penumpang merasa cemas dan ketakutan.

Sebab pada saat ini kondisi pesawat rasanya seperti sedang berkendara pada jalan yang berbatu.

Untuk mengatasi hal tersebut biasanya pramugari memeiliki kode tersendiri untuk berkomunikasi satu sama lain.


Ilustrasi pramugari. (Freepik.com)

Kode rahasia ini kerap digunakan untuk antar awak kabin agar tidak sampai memberi tahu orang-orang di dalam pesawat.

Melansir laman Dailystar.co.uk pada Selasa (2/3/2021) seorang pramugari (tidak inging disebutkan namanya) membagikan sejumlah kode rahasia untuk menenangkan penumpang yang sedang ketakutan.

Pernyataan ini ia sampaikan melalui forum informasi di Reddit.

Pada kasus turbulensi sebelumnya, staf pesawat biasanya menggunakan kata "air pocket" atau kantong udara.

Kata tersebut digunkan para staf pesawat untuk saling memperingatkan bahwa akan terjadi gangguan.

Istilah ini digunakan untuk kasus turbulensi agar tidak membuat penumpang merasa ketakutan dan cemas.

Jadi, jika lain kali kamu mendengar pilot berbicara tentang kantong udara, kamu bisa tahu kalau perjalanannya mungkin sedikit bergelombang.

Baca juga: Butuh Tempat Liburan Baru di Sulut? Coba Suasana Tj Beach Resort dan Water Sport

Baca juga: Atta Halilintar Berhasil Membuat Hati Krisdayanti Meleleh: Insya Allah Saya Ikhlas

Tidak hanya itu pramugari tersebut juga merincikan trik khusus yang digunakan untuk keadaan darurat.

"menghitung sandaran kursi ke pintu keluar terdekat," katanya.

Hal ini disarankan karena penumpang dapat memiliki kesempatan bagus karena bisa saja kursi tidak akan terlihat dalam beberapa jenis kecelakaan di udara.

"Hitung berapa banyak baris Anda dari pintu keluar karena Anda mungkin tidak dapat melihatnya karena asap, dll," katanya.

"Jadi menggunakan jumlah baris untuk sampai ke sana lebih cepat daripada mencari secara membabi buta," ujarnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Mantan Pramugari ini Bongkar Rahasia Kelam Selama Bekerja di Maskapai Mewah Amerika Serikat.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved