Vaksinasi Covid 19

MUI Keluarkan Fatwa Terkait Vaksinasi Covid-19: Tidak Membatalkan Puasa

”Ketentuan hukumnya, vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa," kata Asrorun.

Editor: Isvara Savitri
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Petugas medis Dinas Kesehatan Kota Bandung menyuntikkan vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama kepada pekerja/pedagang pada pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua di Balubur Town Square (Baltos), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021). 

TRIBUNMANADOTRAVEL, JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) melaksanakan rapat pleno pada Selasa (16/3/2021).

Rapat pleno tersebut membahas kontribusi ulama dalam pelaksanaan vaksinasi virus corona (Covid-19) guna memutus penularan Covid-19.

Rapat tersebut menghasilkan fatwa terkait hukum vaksinasi virus corona (Covid-19) bagi umat Islam yang sedang berpuasa.

Fatwa tersebut menyebut bahwa vaksinasi yang dilakukan menggunakan suntik lewat otot (injeksi intramuscular) tidak membatalkan puasa.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh.


Ilustrasi vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, diambil pada 23 November 2020. Jerman, Prancis, Italia dan Spanyol menangguhkan penggunaan vaksin COVID-19 dari AstraZeneca pada Senin (15/3/2021). (JOEL SAGET / AFP)

”Ini sebagai panduan bagi umat Islam agar dapat menjalankan puasa Ramadan dengan memenuhi kaidah keagamaan dan pada saat yang sama dapat mendukung upaya mewujudkan herd immunity dengan program Covid-19'>vaksinasi Covid-19 secara masif,” kata Asrorun dalam keterangannya, Selasa (16/3/2021).

Asrorun mengatakan, dalam Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa itu diterangkan bahwa vaksinasi adalah proses pemberian vaksin dengan cara disuntikkan atau diteteskan ke dalam mulut untuk meningkatkan produksi antibodi guna menangkal penyakit tertentu.

Injeksi intramuskular adalah injeksi yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot.

”Ketentuan hukumnya, Covid-19'>vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa," kata Asrorun.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved