Kuliner Nusantara

Viral Soto Seharga Rp 1.000 di Karanganyar, Pemilik Warung: Kita Nyari Berkah

Meski harganya sangat murah, Dwiningsih memastikan sotonya tidak terasa murahan.

Editor: Isvara Savitri
TribunSolo.com/Muhammad Irfan Al Amin
Sebuah warung soto ayam di Karanganyar menjadi viral lantaran dijual dengan harga yang sangat murah. 

TRIBUNMANADOTRAVEL, KARANGANYAR - Ada sebuah warung soto ayam di Karanganyar yang mendadak viral karena menjual soto ayam dengan harga sangat murah.

Satu porsi soto ayam dibanderol dengan harga Rp 1.000. Murah sekali kan?

Tak heran warung ini tidak pernah sepi pembeli.

Menurut laporan wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin, warung soto tersebut letaknya berada di belakang Pabrik Gula Tasikmadu, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Dusun Nglande, Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Dwiningsih (45), sang pemilik warung soto menceritakan perjuangannya membangun warung soto tersebut.

Dia memulai sejak 2012.

Sampai saat ini sudah 9 tahun dia berjualan dan tidak pernah menurunkan harga.

Awalnya, warung tersebut dia rintis bersama rekan-rekan pengajiannya.

"Awalnya saya dan teman-teman membuka warung soto tapi harganya murah," katanya kepada TribunSolo.com pada Kamis (4/3/2021).

Ternyata, perkembangan warung tersebut semakin baik dari waktu ke waktu.

Dwi juga bisa mengajak rekannya untuk bekerja bersama.

"Teman-teman yang belum punya pekerjaan saya ajak bergabung," ujarnya.

Dwi menegaskan, soal kualtias dan rasa, walaupun harganya murah namun tidak murahan.

Minyak goreng, daging ayam, sampai bahan soto lainnya dipilih dengan cermat.

Baca juga: Greysia Polii dan Kevin Sanjaya Minta BWF Tanggung Jawab Usai Dipaksa Mundur dari All England 2021

Baca juga: Benarkah Pramugari Tahu Ada Penumpang yang Tidak Mematikan Ponselnya? Berikut Jawabannya

"Untuk beli ayam saja saya ambil dari teman kelompok pengajian," ungkapnya.

"Supaya saya tahu bahwa itu disembelih dengan cara yang halal," terangnya.

Cara kerja menjaga kualitas tersebut tidak pernah dia longgarkan.

"Saya malu kalau jual barang murahan, cukup harganya yang murah, kualitasnya jangan," kisahnya.

Dia mengatakan, dalam sehari bisa menghabiskan 50 kilogram beras dari pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB.

"Kalau hari biasa bisa seribu mangkok sehari, namun karena pandemi berkurang cukup banyak," terangnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved