Akomodasi

Mengapa Tirai Jendela Pesawat Harus Dibuka Saat Lepas Landas dan Mendarat? Ini Jawabannya

Penting membuka tirai jendela pesawat saat lepas landas dan mendarat karena berhubungan dengan aspek keamanan.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi perempuan melihat ke luar jendela pesawat. 

“Alasan lampu diredupkan adalah agar penumpang tidak dibutakan oleh cahaya saat menerobos asap dan membuat lampu darurat lebih mudah dilihat,” jelas Betty.

Biarkan Tegak! Pramugari ini Ungkap Alasan Keamanan soal Kursi Pesawat yang Tak Boleh Direbahkan

Waktu penerbangan yang cukup lama kerap dimanfaatkan sebagian besar penumpang untuk sekedar bersantai atau tidur.

Dalam hal ini tentunya ada sejumlah penumpang yang berusaha merebahkan kursinya untuk mendapat posisi nyaman selama perjalanan.

Namun sayangnya pramugari sangat tidak menyarankan penumpang untuk melakukan hal demikian.

Seorang pramugari (yang tidak ingin disebut namanya, mengungkapkan sejumlah alasan agar kursi pesawat tetap pada posisi tegak.

Baca juga: Greysia Polii dan Kevin Sanjaya Minta BWF Tanggung Jawab Usai Dipaksa Mundur dari All England 2021

Baca juga: Viral Soto Seharga Rp 1.000 di Karanganyar, Pemilik Warung: Kita Nyari Berkah

Melansir laman Express.co.uk (14/3/2021) alasan ini berkaitan erat dengan unsur keaamanan penumpang yang bisa menyebabkan cedera.

Pramugari memiliki sejumlah aturan tersendiri termasuk satu di antaranya adala soal kursi pesawat yang harus tetap tegak.

Hal ini berarti selama penerbangan penumpang dilarang merebahkan kursi saat pesawat sedang lepas landas atau mendarat.

Federal Aviation Administration (FAA) menetapkan aturan kursi tegak karena dua alasan utama.

Pertama, memudahkan untuk mengevakuasi pesawat dalam keadaan darurat jika kursinya tegak.


Ilustrasi jendela pesawat terbuka. (Freepik.com)

Hal ini didasarkan pada terbatasnya ruang kaki yang relatif kecil dalam pesawat.

Sehingga kemungkinan bukan tidak mungkin akan menyulitkan penumpang untuk keluar dari barisannya meski saat kursinya tegak.

Alasan kedua yaitu, kursi yang tegak dapat membantu membatasi cedera di dalam pesawat jika terjadi keadaan darurat.

Aturan ini juga rupanya juga berlaku untuk gorden dan sandaran tangan.

Namun, kamu tidak perlu khawatir karena aturan ini hanya berlaku selama lepas landas dan mendarat.

Kedua waktu tersebut dikenal sebagai dua bagian paling berbahaya dari penerbangan.

Memastikan kursi dalam posisi tegak pada saat itu juga mengurangi risiko wajah atau tubuh menabrak kursi di depan ketika pendaratan bergelombang.

Baca juga: PROMO Alfamart Kamis 18 Maret 2021: Beli Cadbury Gratis Kraft Cheddar Mini, Mie Sedaap Rp 10 Ribu

Baca juga: MUI Keluarkan Fatwa Terkait Vaksinasi Covid-19: Tidak Membatalkan Puasa

Banyak juga yang menyarankan untuk menjaga kursi tetap tegak selama penerbangan dan membawa bantal serta selimut agar lebih nyaman.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved