Korupsi Bansos Kemensos

Panggil Saksi dari Vendor Bansos, KPK Terus Selidiki Kasus Korupsi Juliari Batubara

KPK kali ini memanggil beberapa saksi yang berasal dari vendor Bansos.

Editor: Isvara Savitri
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
Menteri Sosial Juliari P Batubara mengenakan rompi oranye menaiki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020). KPK resmi menahan Juliari P Batubara atas dugaan menerima suap terkait pengadaan bantuan sosial penanganan COVID-19 di Kementerian Sosial usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) pejabat Kemensos. 

TRIBUNMANADOTRAVEL, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mengusut kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (Bansos) Covid-19 di Jabodetabek.

Seperti yang kita ketahui bersama, kasus ini menjerat mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara.

Kali ini KPK masih terus menyelidiki perusahaan vendor yang menyediakan Bansos.

Lembaga antirasuah tersebut mendalaminya melalui para saksi yang berasal dari perusahaan vendor Bansos.

Jumlah saksinya ada tiga, yaitu Meri (PT Laras Makmur Sentosa), Surya (PT Kirana Catur Arjuna), dan Bakti Pane (PT Dwi Inti Putra).

"Melalui keterangan para saksi, tim penyidik KPK terus melakukan pendalaman terkait perusahaan para saksi yang turut menjadi vendor dalam pelaksanaan bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemensos," ujat Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat keterangannya, Selasa (23/3/2021).

Sedianya KPK juga memanggil sejumlah saksi dari perusahaan vendor bansos yakni Robert dari PT Subur Jaya Gemilang, F Natalia Clara dari PT Lestari Jayantha Nirmala, dan Diyan Anggraini selaku Direktur Utama PT Konsorsium Ekonomi Kerakyatan.

Namun ketiganya tidak menghadiri pemanggilan tim penyidik lembaga antirasuah.

Baca juga: 10 Tempat Wisata Populer Dunia yang Larang Turis Abadikan Foto, Ada Menara Eiffel Juga Lho!

Baca juga: Bandara Buntu Kunik Resmi Dibuka, Presiden Jokowi Yakin Pariwisata Toraja Semakin Berkembang

KPK telah menetapkan lima tersangka dalam perkara ini, yaitu sebagai penerima suap masing-masing mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara serta dua PPK di Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono.

Pemberi suap adalah Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja yang saat ini sudah berstatus terdakwa.

Harry Van Sidabukke yang berprofesi sebagai konsultan hukum didakwa menyuap Juliari Batubara, Adi Wahyono, dan Matheus Joko Santoso sebesar Rp 1,28 miliar karena membantu penunjukan PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude (MHS) sebagai penyedia bansos sembako Covid-19 sebanyak 1.519.256 paket.


Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara menjalani pemeriksaan lanjutan kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020. (Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama)

Sementara itu, Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja didakwa menyuap Juliari Batubara, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso senilai Rp 1,95 miliar karena menunjuk Ardian melalui PT Tigapilar Agro Utama sebagai penyedia bansos sembako tahap 9, 10, tahap komunitas, dan tahap 12 sebanyak 115.000 paket.

Baca juga: SINOPSIS dan Link Live Streaming Ikatan Cinta Selasa 23 Maret 2021: Mama Rosa Marah Pada Aldebaran

Baca juga: Dibuat Saat Bangun Tidur, Pesan Krisdayanti untuk Aurel Hermansyah Sungguh Mengharukan

Atas perbuatannya, Harry dan Ardian dikenai Pasal 5 Ayat (1) Huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU No. 20/2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KPK Usut Kasus Juliari Batubara Lewat Vendor Bansos.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved