Internasional

Tarik Rem Mendadak, Dua Kereta Api di Mesir Tabrakan, 32 Orang Tewas

Sedikitnya 32 orang tewas dalam kecelakaan tersebut, dan 160 orang lainnya luka-luka.

Editor: Isvara Savitri
Tangkapan Layar Tribun Travel via The Independent
Kecelakaan kereta di Mesir menyebabkan sedikitnya 32 orang tewas dan 160 orang lainnya luka-luka. 

TRIBUNMANADOTRAVEL, SOHAG - Terjadi kecelakaan kereta api pada Jumat (23/3/2021) di dekat kota Sohag, terpi barat Sungai Nil, Mesir.

Dua kereta api bertabrakan di Mesir bagian selatan tersebut, dan merenggut 32 nyawa sedangkan 160 orang lainnya luka-luka.

Dilansir dari People, ada seseorang yang menarik rem darurat di salah satu gerbong kereta api.

Hal ini diungkapkan oleh seorang juru bicara Perkeretaapian Nasional Mesir.

Kereta yang berada di belakang pun menabrak gerbong kereta yang berhenti mendadak dan membalikkan dua gerbong penumpang.


Sedikitnya 32 orang tewas dan 160 luka-luka setelah dua kereta api bertabrakan di Mesir bagian selatan. (Tangkapan layar Tribun Travel via The Independent)

"Layanan (kereta api) telah diabaikan selama beberapa dekade sehingga membuatnya sangat ketinggalan zaman dan sangat berbahaya," kata Perdana Menteri Mesir Mustafa Madbouly.

"Kami telah menghabiskan miliaran untuk meningkatkan jalur kereta api tetapi kami masih memiliki jalan panjang untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang diperlukan," imbuhnya.

Sebuah video yang diposting oleh salah satu penumpang menunjukkan kekacauan dan kebingungan setelah kecelakaan itu.

"Selamatkan kami! Kami tidak bisa mengeluarkan orang-orang," kata satu orang dalam rekaman itu, menurut The New York Times.

Ambulans bergegas ke tempat kejadian dari Kairo, ibu kota Mesir, yang berjarak sekira enam jam berkendara dari Sohag.

Baca juga: Duta Bandara Sam Ratulangi 2019 Brenda Tuilan Berharap Pariwisata Sulawesi Utara Bangkit

Baca juga: Permudah Calon Penumpang, Garuda Indonesia Perkenalkan Aplikasi Gly Garuda

Gambar yang dibagikan secara online menunjukkan kerumunan orang berkumpul dan memanjat di atas gerbong yang terbalik.

Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, mengucapkan belasungkawa kepada keluarga para korban melalui akun Twitter-nya.

Ia bertekad untuk segera memulai penyelidikan atas insiden tersebut.

"Rasa sakit di hati kita hari ini hanya akan meningkatkan tekad kita untuk mengakhiri jenis bencana ini," tulisnya.

Presiden menambahkan bahwa ia akan membawa konsekuensi bagi mereka yang bertanggung jawab.


Sedikitnya 32 orang tewas dan 160 luka-luka setelah dua kereta api bertabrakan di Mesir bagian selatan. (Tangkapan layar Tribun Travel via The Independent)

Mesir tercatat memiliki sejarah bencana kereta api yang panjang dan tragis.

Menurut CNN, sistem kereta api yang menua di negara itu telah mengalami kecelakaan mematikan hampir setiap tahun selama 20 tahun terakhir.

Pada 2019, setidaknya 20 orang tewas setelah sebuah kereta kecelakaan di stasiun kereta api utama Kairo.

Baca juga: Nikmati Keindahan 7 Air Terjun Paling Berbahaya di Dunia, Salah Satunya Angel Falls di Venezuela

Baca juga: Pemerintah Kembali Putuskan Tak Ada Mudik Lebaran 2021, Cuti Tetap Ada

Setahun sebelumnya, tabrakan kereta api di Delta Nil utara Kairo menewaskan sedikitnya 12 orang.

Insiden paling mematikan, terjadi pada tahun 2002 ketika kebakaran terjadi di sebuah kereta menuju Kairo dari Mesir selatan, menewaskan lebih dari 300 penumpang.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Dua Kereta Api di Mesir Bertabrakan, Tewaskan Sedikitnya 32 Orang.

Berita lainnya terkait Internasional.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved