Akomodasi

Keluhan Pramugari Soal Perilaku Penumpang Pesawat yang Bikin Kesal, Ada yang Salah Penerbangan

Ada beberapa perilaku penumpang pesawat yang sering membuat pramugari kesal. Apa saja itu?

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi pramugari melayani penumpang pesawat. 

TRIBUNMANADOTRAVEL - Di dalam pesawat tentu terdapat banyak penumpang yang memiliki karakter berbeda-beda.

Hal ini harus dihadapi setiap hari oleh pramugari.

Pramugari harus bekerja hingga 2 shift untuk memastikan penumpang merasa aman dan nyaman selama perjalanan.

Tentu bukan hal mudah karena pramugari pasti akan banyak menghadapi hal sulit bahkan bisa sampai frustasi.

Dilansir dari Express.co.uk pada Minggu (28/3/2021), seseorang bernama Shrey Para membagikan pengalamannya sebagai pramugari melalui Quora.


Ilustrasi pramugari kesal kepada penumpang pesawat (traveller24.com)

Meski beberapa pramugari mengaku menikmati pekerjaanya, tak jarang mereka menemukan penumpang yang kasar.

Ia mengatakan, pramugari kerap berharap agar penumpang berhenti melakukan hal-hal ini saat naik pesawat.

“Ada banyak hal yang saya harap tidak dilakukan penumpang dalam penerbangan. Meskipun saya baik-baik saja dengan sebagian besar hal, tetapi saya akan mencantumkan sejumlah hal dalam urutan naik hingga mencela,” ujarnya.

Shrey menambahkan, satu hal yang membuatnya kesal adalah ketika penumpang merasa kesal karena harus menunjukkan boarding pass di depan pintu pesawat.

Padahal menunjukkan boarding pass pada saat itu termasuk perkara wajib dalam beberapa kesempatan atau karena berbagai alasan.

"Ada insiden di mana penumpang yang salah entah bagaimana naik ke penerbangan yang salah. Belum diketahui seberapa banyak hal yang terjadi, tetapi karena hal seperti itu bisa terjadi dan ini merupakan masalah keselamatan dan keamanan yang sangat besar, maskapai penerbangan meminta kami untuk memastikan bahwa boarding pass diperiksa terakhir kali sebelum penumpang naik ke pesawat," katanya.

Lebih lanjut lagi ia mengatakan, kegagalan melakukan hal tersebut dapat mengakibatkan awak kabin menolak penumpang memasuki pesawat.

Baca juga: Aurel Hermansyah Curhat Soal Hamil Anak Kembar Saat Dipingit, Ashanty Menangis

Baca juga: Tarik Rem Mendadak, Dua Kereta Api di Mesir Tabrakan, 32 Orang Tewas

Hal lain yang Shrey harap agar penumpang berhenti lakukan adalah meminta bantuan untuk meletakkan bagasi pada loker di atas kepala.

"Tolong jangan meminta pramugari untuk mengangkat tas ke kompartemen di atas kepala kecuali kamu dalam keadaan cacat, lanjut usia, ibu dengan bayi, hamil atau dengan kondisi medis," katanya tegas.

Hal ini lantaran maskapai penerbangan tidak dilindungi oleh asuransi atau apa pun jika terdapat pramugari yang melukai diri sendiri selama penerbangan.

Melihat kasus sebelumnya, beberapa tas penumpang terlalu berat, sehingga ada staf yang mengalami cedera serius setelah mengangkatnya ke dalam loker.

Akibatnya staf tersebut terpaksa harus mengambil cuti kerja dalam beberapa waktu.

"Beberapa harus pergi cuti panjang tanpa dibayar karena tasnya sangat berat sehingga jatuh di pundaknya dan dalam beberapa kasus mereka harus mengambil pensiun paksa," katanya.

Shrey melanjutkan, hal lain yang tidak boleh dilakukan penumpang adalah menyapa dan melakukan kontak mata saat pramugari menyapanya di depan pintu pesawat.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved