Kuliner Nusantara

Tak Hanya Lezat, Beberapa Teh Khas Sumatera Ini Memiliki Khasiat, Cocok Disajikan Saat Sahur

Berikut beberapa teh khas Sumatera yang lezat dan berkhasiat, enak dinikmati saat sahur.

Editor: Isvara Savitri
instagram/@mamacai_deli
Teh Talua perpaduan teh hangat dan telur. 

TRIBUNMANADOTRAVEL - Tak hanya terkenal akan makanannya yang enak, Sumatera juga dikenal memiliki berbagai sajian teh yang memiliki cita rasa khas.

Sajian teh yang unik tersebut cocok diminum saat sahur karena bisa menghangatkan tubuh dan memiliki rasa manis.

Bahkan beberapa teh khas Sumatera ini juga dipercaya memiliki banyak khasiat.

Sehingga, tak perlu khawatir tubuh drop jika mengonsumsi teh-teh tersebut selama bulan puasa.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ragam teh khas Sumatera yang bisa disajikan saat sahur.

1. Teh Talua


Teh Talua perpaduan teh hangat dan telur (instagram/@mamacai_deli)

Sesuai namanya, sajian teh satu ini terbilang unik karena diberi tamabahan telur mentah.

Berasal dari Sumatera Barat, teh talua biasanya dibuat dari teh hitam yang diseduh pekat.

Setelah itu barulah diberi tambahan gula, susu kental manis, dan telur ayam kampung atau bebek yang diaduk hingga kental dan mengembang.

Untuk menghilangkan rasa amis, biasanya teh talua diberi tambahan berupa jeruk nipis atau rempah lainnya.

Teh talua bisa disajikan saat sahur karena dipercaya dapat meningkatkan stamina.

2. Aia Kawa

Masih dari Sumatera Barat, ada sajian teh unik lain yang dikenal dengan sebutan aia kawa.

Aia kawa ini merupakan seduhan teh yang terbuat dari daun kopi.

Konon, aia kawa tercipta pada zaman kolonial sebagai alternatif pengganti kopi yang dilarang diminum oleh penduduk Sumatera Barat.

Biasanya aia kawa khas Suamtera ini disajikan dalam wadah tempurung kelapa dan diberi tatakan terbuat dari bambu.

Baca juga: Rizky Febian Akan Berduet dengan Seorang Perempuan, Lagunya Sudah Selesai Diciptakan

Baca juga: Ekuador dan Galapagos Terima Wisatawan yang Sudah Vaksin Covid-19

3. Teh Beras

Teh beras berasal dari tradisi masyarakat yang tinggal di daerah antara Tarutung dan Balige, Sumatera Utara.

Sesuai namanya, teh khas ini biasanya disajikan dengan beras merah yang sudah disangrai di atas tungku.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved