Akomodasi

Banyak Maskapai Penerbangan Melewatkan Angka 13 dalam Penomoran Kursi, Ini Alasannya

Angka 13 dilewatkan oleh banyak maskapai penerbangan dunia karena alasan tertentu.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi kursi penumpang pesawat. 

Angka Sial di Beberapa Negara Selain Angka 13

Tentu saja, praktik takhayul berbeda di seluruh dunia.

Jika baris ke-13 dilewatkan di beberapa negara, masuk akal jika maskapai penerbangan juga mengikuti kepercayaan takhayul lainnya.

Angka 17 dianggap tidak beruntung di beberapa negara (termasuk Italia dan Brasil) karena artinya dalam angka Romawi.

Baca juga: Mulai 1 April 2021 GeNose C19 Bisa Menjadi Pilihan Syarat Terbang Penumpang Garuda Indonesia

Baca juga: Universal Studio Akan Kembali Buka Pada April 2021, Ada Penerapan Pembatasan

Menata ulang angka XVII memberikan VIXI, yang dalam bahasa Latin dapat diterjemahkan sebagai 'hidupku sudah berakhir'.

Lufthansa adalah salah satu maskapai penerbangan yang melewatkan baris 17 untuk menghormati takhayul ini.

Di China dan beberapa negara Asia lainnya, angka 4 dianggap sial.

Dalam bahasa China, pengucapannya ('si') sama dengan arti kematian.

Banyak gedung akan kehilangan lantai empat karena alasan ini, tetapi tampaknya tidak diterapkan pada baris pesawat (meskipun Cathay Pacific dan Hong Kong Airlines tidak memiliki baris 4 karena sistem penomorannya).


Ilustrasi suasana di dalam pesawat. (Freepik.com)

Praktiknya meluas ke angka 14, yang memiliki kemiripan fonetik dengan kematian.

Kamu tidak akan menemukan baris 14, misalnya, di Cathay Pacific atau Hong Kong Airlines.

Baca juga: Permudah Penumpang Pesawat, Bandara Juanda dan Kulon Progo Layani Tes GeNose C-19

Baca juga: Tradisi Perayaan April Mop di Seluruh Dunia, Mulai dari Kirim Surat Berantai hingga Makan Bersama

United Airlines juga merupakan maskapai penerbangan asing terkemuka yang menghormati kepercayaan China ini.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Sebagian Besar Maskapai Tidak Memiliki Kursi Baris 13 di Pesawat Mereka, Mengapa?.

Berita lainnya terkait Akomodasi.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved