Ibadah Haji

Terapkan Protokol Kesehatan, Biaya Haji 2021 Naik Rp 9,1 Juta

Kenaikan tersebut karena adanya protokol kesehatan yang harus diterapkan ketika pandemi Covid-19.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi ibadah haji. 

TRIBUNMANADOTRAVEL - Biaya haji tahun 2021 diperkirakan akan naik dibanding tahun sebelumnya.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu.

Kemungkinan biaya haji akan naik sejumlah Rp 91, juta dari Rp 35,2 juta pada 2020 lalu.

Sehingga biaya haji tahun 2021 akan naik menjadi sekitar Rp 44,3 juta.

Anggito mengungkapkan kenaikan tersebut akibat protokol kesehatan yang harus diterapkan saat pandemi virus corona (Covid-19).


Ibadah haji 2020. (AFP)

Selain itu, dia menambahkan, hal tersebut juga dipengaruhi kurs, biaya hotel, dan akomodasi.

"Komponen dari Rp 9,1 juta itu paling banyak di program kesehatan, biaya prokes itu Rp 6,6 juta sendiri, kemudian ada kurs dengan kenaikan Rp 1,4 juta per orang, kemudian biaya untuk hotel, katering, dan akomodasi itu ada kenaikan Rp 1 juta per orang. Jadi kami fokus di kurs dan biaya satuan," ujarnya, dalam rapat bersama Komisi VIII DPR, Selasa (6/4/2021).

Ia memaparkan, kenaikan biaya ibadah haji sekitar 26 persen.

Untuk biaya non-subsidi pada 2021 adalah Rp 44,39 juta/jemaah dibandingkan dengan sebelumnya pada 2020 sebesar Rp 35,24 juta.

Sementara untuk biaya subsidi menjadi Rp 43,11 juta/jemaah pada 2021, naik dari Rp 33,94 juta/jemaah pada 2020.

Baca juga: Restoran Steak Enak di Jakarta, Ada Steak Khas Jepang hingga Italia

Baca juga: Perbaiki Kanal, Pemerintah Italia Larang Kapal Pesiar Raksasa Berlabuh di Pusat Kota Venesia

Meski demikian, Anggito menegaskan, angka tersebut masih dapat berubah, karena sangat tergantung dengan kondisi ekonomi dan kebijakan.

Sebelumnya, Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Ramadhan Harisman mengungkapkan, jemaah haji 2021 kemungkinan akan menjalani tiga kali pemeriksaan swab PCR.

Hal itu kemungkinan dilaksanakan jika Pemerintah Arab Saudi mengizinkan keberangkatan haji jemaah dari Indonesia.

"Jika Saudi mengizinkan keberangkatan haji Indonesia, maka setidaknya jemaah akan melakukan tiga kali swab PCR," paparnya.

Swab PCR pertama, menurut dia, dilakukan paling lambat 2x24 jam sebelum terbang ke Arab Saudi.

Kedua, swab PCR dilakukan saat tiba di Arab Saudi.


Ilustrasi ibadah haji. (Freepik.com)

"Terakhir, swab PCR dilakukan lagi jelang pulang ke Tanah Air," terangnya.

Selain swab PCR, dia menambahkan, jemaah juga harus melakukan swab Antigen menjelang masuk asrama haji.

Baca juga: Banyak Maskapai Penerbangan Melewatkan Angka 13 dalam Penomoran Kursi, Ini Alasannya

Baca juga: Menikmati Pemandangan Bali dengan Jantung Berdesir, Coba Atraksi Wisata Ekstrem Ayunan Berikut

Sebab, jemaah saat akan masuk asrama harus membawa bukti negatif hasil swab antigen.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Biaya Haji 2021 Naik Rp 9,1 Juta, Menjadi Rp 44,3 Juta.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved