Internasional

Satu Tahun Covid-19 Berjalan, Travel Bubble Diberlakukan di Bandara Selandia Baru dan Australia

Akhirnya keluarga yang terpisah di Selandia Baru dan Australia bisa bertemu kembali.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi Bandara Internasional Melbourne. 

Sementara itu, Air New Zealand menambah jadwal penerbangan empat kali lipat hingga menjadi 30 dengan pemesanan tiket sudah mencapai 97 persen.

"Pencapaian hari ini adalah sama-sama menguntungkan bagi warga Australia dan Selandia Baru, meningkatkan ekonomi kami sekaligus menjaga keamanan orang-orang kami," kata Perdana Menteri Australia Scott Morrison.


Qantas Airways. (Pixabay/New Lower Price)

Australia menutup perbatasannya Maret lalu.

Bagi siapa saja yang bukan warga negara atau penduduk Australia, dengan sedikit pengecualian bagi warganya yang kembali dari perjalanan internasional.

Sejak pandemi merebak tahun lalu, Australia melaporkan 29.500 kasus virus corona (Covid-19) dengan 910 kematian.

Baca juga: Kuliner Indonesia yang Dimasak Menggunakan Bumbu Hitam, Cocok untuk Menu Buka Puasa

Baca juga: Ingin Solo Traveling? Hindari 15 Kesalahan Ini Jika Anda Ingin Perjalanan Menyenangkan dan Aman

Sementara itu, Selandia Baru melaporkan 2.200 kasus dengan 26 orang meninggal dunia. menurut Reuters.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunTravel.com dengan judul Travel Bubble Bandara Selandia Baru dan Australia Resmi Diberlakukan, Keluarga Saling Bertemu.

Berita lainnya terkait Internasional.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved