PT Pelayaran Nasional Indonesia

Cegah Masyarakat untuk Mudik, Pelni Tutup Sementara Pembelian Tiket Secara Online

“Pada prinsipnya PT PELNI (Persero) tunduk pada peraturan Pemerintah. Sehingga semua kebijakan yang dilaksanakan merujuk pada peraturan yang berlaku,”

Editor: Isvara Savitri
pelni.co.id
Kapal Pelni di pelabuhan. 

TRIBUNTRAVEL, JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni menutup layanan penjualan tiket secara online untuk sementara waktu.

Penutupan jasa transportasi kapal penumpang untuk sementara waktu tersebut berlaku sejak 22 April-5 Mei 2021.

Hal ini diungkapkan oleh Pjs Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni, Opik Taupik.

Ia menjelaskan kebijakan ini merupakan dukungan dari Pelni kepada pemerintah untuk mengurangi mobilitas masyarakat jelang Idul Fitri.

Dikutip dari Tribunnews.com, bagi penumpang yang tetap ingin melakukan perjalanan, bis alangsung membeli tiket di loket kantor cabang.


Kapal Pelni bersandar di pelabuhan. (Dokumentasi Pelni)

“Pada prinsipnya PT PELNI (Persero) tunduk pada peraturan Pemerintah. Sehingga semua kebijakan yang dilaksanakan merujuk pada peraturan yang berlaku,” jelas Opik, Sabtu (24/4/2021).

“Oleh karenanya, guna menekan angka penyebaran Covid 19, penjualan tiket terhitung 22 April - 5 Mei 2021 hanya dilayani di loket kantor cabang saja. Sedangkan penjualan tiket secara online untuk sementara akan ditutup,” tambahnya.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menerbitkan Addendum Surat Edaran (SE) No 13 Tahun 2021 tentang peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, dan upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadan.

Baca juga: Masa Berlaku Tes Bebas Covid-19 Penumpang Kereta Api Berubah, Simak Ketentuannya

Baca juga: Ingin Staycation di Jepara? Berikut Rekomendasi Hotel Murah, Harga Mulai Rp 100 Ribuan

Dalam Addendum SE tersebut, disebutkan bahwa akan mengatur pengetatan persyaratan pelaku perjalanan dalam negeri pada H-14 peniadaan mudik 22 April 2021 sampai 5 Mei 2021 dan H+7 peniadaan mudik pada 18-24 Mei 2021.

Peniadaan mudik sendiri menurut SE Satgas Covid-19 No 13 Tahun 2021, akan berlangsung mulai 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021 yang melarang masyarakat untuk pulang ke kampung halaman mereka pada periode tersebut.

Berdasarkan SE Satgas, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan memperkirakan adanya sekelompok masyarakat yang hendak pergi mudik pada rentang waktu H-7 dan H+7 dari periode peniadaan mudik lebaran 2021.

Baca juga: Jadi Tempat Paling Misterius di Amerika, Apa Isi dari Rumah Winchester?

Baca juga: Tidak Boleh Mudik, Sandiaga Uno Imbau Masyarakat Kunjungi Destinasi Wisata Lokal

“Upaya tersebut (penutupan sementara penjualan tiket secara online) sebagai salah satu cara proses agar penumpang sesuai atau memenuhi persyaratan SE No 13 Tahun 2021,” pungkas Opik Taupik.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pelni Tutup Layanan Penjualan Tiket Secara Online Sementara Waktu.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved