Beberapa Golongan Orang yang Diperbolehkan Mudik Menggunakan Mobil Pribadi, Siapa Saja?

Beberapa golongan pemudik diperbolehkan pulang kampung ketika lebaran. Siapa saja?

Editor: Isvara Savitri
Tribunnews.com/Jeprima
Suasana Stasiun pasar Seneng menjelang lebaran, Rabu (28/4/2021). 

TRIBUNMANADOTRAVEL, JAKARTA - Lagi-lagi pemerintah merevisi peraturannya terkait larangan mudik lebaran 2021 dan pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN).

Kini ada kelonggaran bagi yang ingin mudik menggunakan mobil pribadi.

Tadinya, pemerintah resmi memberlakukan aturan larangan mudik melalui Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Tujuannya tentu menekan penyebaran virus corona (Covid-19) yang masih terus ada hingga saat ini.

Tadinya pemerintah hanya menetapkan peraturan larangan mudik selama 12 hari, yaitu 6 Mei-17 Mei 2021.


Mobil-mobil trevel gelap yang membawa pemudik telah diamanakan di Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (29/4/2021). (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Namun, lewat Addendum yang diterbitkan pada Rabu (21/4/2021), aturan larangan mudik diperpanjang dengan rincian sebagai berikut:

- H-14 Lebaran 2021 (22 April-5 Mei 2021);

- 6-17 Mei 2021;

- H+7 Lebaran 2021 (18-24 Mei 2021).

"Addendum Surat Edaran ini adalah mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April-5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei-24 Mei 2021)," tulis Addendum yang ditandatangani Doni Monardo.

Bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang menggunakan mobil pribadi, harus memperhatikan syarat sebagai berikut, berdasarkan SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021:

Syarat Mudik Menggunakan Mobil Pribadi

Poin protokol nomor 13 (g)

1. Pelaku perjalanan transportasi darat pribadi, diimbau melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan, atau tes GeNose C19 di rest area sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan dan akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 daerah.

Baca juga: Mengenal Just Room Enough Island, Pulau Berpenghuni Paling Kecil di Amerika Serikat

Baca juga: 7 Fakta Unik Taj Mahal, Dibangun Atas Nama Cinta hingga Menjadi Target di Masa Perang

Poin protokol nomor 13 (h)

2. Pengisian e-HAC Indonesia diimbau bagi para pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi darat umum maupun pribadi, kecuali bagi pelaku perjalanan udara dan laut wajib melakukan pengisian e-HAC Indonesia.

Poin protokol nomor 13 (i)


Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo (kiri) didampingi Menteri Kesehatan Budi Sadikin saat memberi keterangan resmi di Istana Negara, Senin (26/4). (Tribunnews.com/Istimewa)

3. Anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak diwajibkan untuk melakukan tes RT-PCT/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved