Destinasi Sulut

Klenteng Dewi Kwan Im, Klenteng di Minahasa Sebagai Simbol Menghargai Perbedaan

"Masyarakat di sekitar sini menghargai perbedaan budaya, bahkan mereka bangga dengan keberadaan Klenteng ini di desanya,"

Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Arca Dewi Kwan Im di kelenteng di Desa Palamba, Langowan Selatan, Minahasa, Sulut. 

TRIBUNMANADOTRAVEL, MINAHASA - Minahasa merupakan salah satu daerah di Sulawesi Utara (Sulut) yang memiliki banyak objek wisata.

Salah satu yang terkenal adalah Kelenteng Dewi Kwan Im yang berada di Desa Palamba, Kecamatan Langowan Selatan, Minahasa, Sulut.

Kelenteng ini diketahui menyimpan sejumlah misteri.

Yang membuat bertanya-tanya adalah kelenteng tersebut bersisian dengan waruga Toar dan Lumimuut, nenek moyang orang Minahasa.

Selain itu, adanya kelenteng tersebut yang berdiri di daerah mayoritas bersuku Minahasa, tak ada penganut Buddha, Tao, dan Konghucu juga menimbulkan pertanyaan.

Tribun mengunjungi Kelenteng tersebut beberapa waktu lalu. Jaraknya sekira 13 kilometer dari pusat kota Langowan.

Bisa ditempuh dengan angkutan umum dan kendaraan sewaan. Jalan berkelok - kelok, kian dekat Palamba jalan kian rusak. 

Tribun disambut Teni Sumual dan istrinya. Tenni adalah penjaga waruga. Sedang sang istri Heni Tarumingi, juru kunci kelenteng tersebut.

Waruga tersebut dipagari dengan pagar besi yang kala itu terbuka.

Dari luar tampak waruga berukuran besar dengan guratan motif manusia pada bagian atasnya. 

Baca juga: Travel Fair Akan Berakhir Pada 2 Mei 2021, Garuda Indonesia Tawarkan Diskon Tiket hingga 86 Persen

Baca juga: Mengenal Jembatan 516 Arouca, Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia yang Baru Saja Dibuka di Portugal

Tak jauh dari situ, terdapat kelenteng. Bangunan kelenteng mirip rumah biasa. Arsitektur khas klenteng berupa atap melengkung dan hiasan naga dan macan tak nampak. 

Sambil nyeruput kopi dan hidangan, Tribun bercakap - cakap dengan Tenny perihal keberadaan waruga dan klenteng itu.

 Cerita yang beredar, arca Dewi kwan Im muncul secara gaib di saat ritual di waruga tersebut.

Kemudian muncul pesan jika sebuah klenteng musti dibangun di samping waruga. 

Tribun mengonfirmasi cerita itu pada Tenny. Jawabannya bersayap. Misteri justru kian menebal.

"Mengapa Klenteng tersebut berdiri di sini, hal itu adalah bagian dari abstraksi budaya yang sukar dijelaskan," kata Tenny. 

Tenny mengatakan, bangunan Klenteng dibangun puluhan tahun lalu oleh sejumlah donatur.

Bersamaan dengan itu, Majelis Buddhayana dari Sulut, Gorontalo serta Surabaya datang berkunjung.

"Kini akan dibangun bangunan Klenteng baru samping bangunan yang lama, arca Dewi Kwan Im untuk sementara ditaruh di suatu ruangan di bangunan Klenteng yang lama," kata dia. 

Tribun dipersilahkan menyaksikan Waruga dari dekat. Saat hendak minta izin masuk Klenteng, Heni menatap Tribun dengan tajam. 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved