Destinasi Sulut

Klenteng Dewi Kwan Im, Klenteng di Minahasa Sebagai Simbol Menghargai Perbedaan

"Masyarakat di sekitar sini menghargai perbedaan budaya, bahkan mereka bangga dengan keberadaan Klenteng ini di desanya,"

Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Arca Dewi Kwan Im di kelenteng di Desa Palamba, Langowan Selatan, Minahasa, Sulut. 

Tak jauh dari situ, terdapat kelenteng. Bangunan kelenteng mirip rumah biasa. Arsitektur khas klenteng berupa atap melengkung dan hiasan naga dan macan tak nampak. 

Sambil nyeruput kopi dan hidangan, Tribun bercakap - cakap dengan Tenny perihal keberadaan waruga dan klenteng itu.

 Cerita yang beredar, arca Dewi kwan Im muncul secara gaib di saat ritual di waruga tersebut.

Kemudian muncul pesan jika sebuah klenteng musti dibangun di samping waruga. 

Tribun mengonfirmasi cerita itu pada Tenny. Jawabannya bersayap. Misteri justru kian menebal.

"Mengapa Klenteng tersebut berdiri di sini, hal itu adalah bagian dari abstraksi budaya yang sukar dijelaskan," kata Tenny. 

Tenny mengatakan, bangunan Klenteng dibangun puluhan tahun lalu oleh sejumlah donatur.

Bersamaan dengan itu, Majelis Buddhayana dari Sulut, Gorontalo serta Surabaya datang berkunjung.

"Kini akan dibangun bangunan Klenteng baru samping bangunan yang lama, arca Dewi Kwan Im untuk sementara ditaruh di suatu ruangan di bangunan Klenteng yang lama," kata dia. 

Tribun dipersilahkan menyaksikan Waruga dari dekat. Saat hendak minta izin masuk Klenteng, Heni menatap Tribun dengan tajam. 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved